Gelombang 3,9 Meter Hantam Pesisir Gunungkidul, 20 Kapal Nelayan Rusak hingga Tenggelam

Editor Content • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:06 WIB
Petugas Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II bersama nelayan mengevakuasi perahu yang rusak akibat dihantam gelombang tinggi di Pantai Baron, Gunungkidul, Selasa (11/8/2026). (Dok. Satlinmas Istimewa II)
Petugas Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II bersama nelayan mengevakuasi perahu yang rusak akibat dihantam gelombang tinggi di Pantai Baron, Gunungkidul, Selasa (11/8/2026). (Dok. Satlinmas Istimewa II)

 GUNUNGKIDUL – Laut selatan Gunungkidul kembali menunjukkan kekuatannya. Gelombang tinggi yang mencapai hampir empat meter menerjang sejumlah kawasan pesisir Kabupaten Gunungkidul, Selasa (11/8/2026).

Terjangan ombak membuat puluhan nelayan harus menghadapi kerusakan kapal dan perahu yang sebelumnya telah diamankan di lokasi yang dianggap lebih terlindung. Sedikitnya 20 kapal dan perahu nelayan di Pantai Baron dan Pelabuhan Gesing mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda.

Tak hanya kapal nelayan. Gelombang besar juga menerjang Pantai Jungwok di Kalurahan Jepitu, Kapanewon Girisubo. Air laut bahkan sempat mencapai kawasan warung yang berada tidak jauh dari bibir pantai.

Di Pantai Baron, gelombang besar menghantam kapal-kapal nelayan yang telah diamankan di sisi barat dam. Ombak datang dengan kekuatan cukup besar hingga membuat sejumlah kapal bergeser, rusak, bahkan ada yang sempat terseret dan tenggelam.

Baca Juga: Bukan Sekadar Baca Puisi, 15 Pelajar Gunungkidul Adu Mental dan Penghayatan di Karangmojo

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Pantai Baron, Marjono, mengatakan peningkatan gelombang mulai terasa sejak pagi.

Menurutnya, posisi kapal yang sudah diamankan belum sepenuhnya mampu menghindarkan perahu dari hantaman ombak ketika gelombang datang dalam ukuran besar.

“Gelombang meningkat sehingga cukup besar dan menghantam kapal-kapal nelayan yang sudah diamankan di barat dam. Karena kekuatannya, beberapa kapal mengalami kerusakan,” ujar Marjono, Selasa (11/8/2026).

Dari pendataan sementara petugas, empat kapal di Pantai Baron mengalami kerusakan berat, sedangkan tujuh kapal lainnya mengalami kerusakan ringan.

Baca Juga: Mimpi Punya Rumah Sendiri: Akankah Generasi Milenial dan Gen Z Menjadi Generasi Kontrak?

Beberapa kapal bahkan sempat terseret hingga masuk ke laut dan tenggelam. Petugas bersama nelayan kemudian bergerak melakukan evakuasi agar kapal yang terdampak tidak semakin jauh terbawa arus.

Marjono menuturkan, personel yang tengah berjaga langsung berkoordinasi dengan para nelayan begitu kerusakan mulai terlihat.

“Petugas yang sedang piket kemudian berkoordinasi dengan nelayan untuk mengevakuasi kapal-kapal yang rusak,” katanya.

Kerusakan lebih parah juga dilaporkan dari Pelabuhan Gesing, Kapanewon Panggang. Sebanyak empat kapal tercatat rusak berat dan lima lainnya mengalami kerusakan ringan.

Baca Juga: Stonehenge Merapi, Mahakarya Vulkanik Bergaya Megalitikum Eropa

Dua kapal bahkan dilaporkan hancur dan tenggelam di sekitar kawasan dermaga.

“Di Gesing sejumlah perahu rusak dan masih dalam pendataan. Di Pantai Baron ada perahu yang terseret dan tenggelam, tetapi sudah berhasil dievakuasi,” jelas Marjono.

Sementara itu, di Pantai Jungwok, gelombang tinggi mencapai deretan warung. Satu warung terdampak dan mengalami kerusakan ringan pada bagian dinding.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah I Gunungkidul, Sunu Handoko Bayu Sagara, mengatakan kerusakan warung tidak terlalu parah.

Baca Juga: Cherrypop Rayakan Lima Tahun di Prambanan, Hadirkan Puluhan Musisi dalam “Repelita Musik”

“Yang terdampak satu warung di Pantai Jungwok. Kerusakannya ringan, hanya bagian dinding yang sedikit berlubang,” ujarnya.

Berdasarkan prakiraan BMKG, tinggi gelombang di perairan selatan Gunungkidul pada Selasa mencapai sekitar 3,9 meter. Kondisi tersebut masuk kategori gelombang tinggi dan masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari mendatang.

Meski kondisi laut mulai sedikit mereda pada Selasa, petugas meminta nelayan, pelaku usaha wisata, dan wisatawan tidak menganggap situasi sudah sepenuhnya aman.

Sebelum gelombang meningkat, petugas telah menyampaikan imbauan kepada nelayan dan pemilik warung. Nelayan diminta menaikkan perahu ke lokasi yang lebih aman, sedangkan pemilik warung diimbau mengamankan barang-barang dagangan.

Baca Juga: Bantul Konser 2026 Bikin UMKM Ketiban Rezeki, Omzet Pedagang Naik hingga Jutaan Rupiah

Wisatawan juga telah mendapat edukasi melalui media sosial mengenai potensi gelombang tinggi yang terjadi sepanjang pekan ini.

Sunu mengatakan kewaspadaan masih diperlukan. Berdasarkan informasi yang diterimanya, gelombang berpotensi kembali meningkat pada Kamis (13/8) malam hingga Jumat (14/8/2026).

Laut Gunungkidul pun belum sepenuhnya bersahabat. Di tengah suara ombak yang terus bergemuruh, nelayan dan petugas penyelamat harus tetap bersiaga. Bagi masyarakat pesisir, kewaspadaan bukan sekadar imbauan, melainkan cara untuk melindungi perahu, mata pencaharian, dan keselamatan jiwa. (cr1) 

 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
Gelombang Tinggi Gunungkidul Pelabuhan Gesing Pantai Jungwok gunungkidul pantai baron