Gelombang 5 Meter Menggila di Kulon Progo, Pantai Glagah hingga Trisik Diterjang Ombak

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:15 WIB
Warga setempat mengambil puing material bangunan kios yang dihantam gelombang tinggi. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
Warga setempat mengambil puing material bangunan kios yang dihantam gelombang tinggi. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

 KULON PROGO – Laut selatan Kulon Progo kembali menunjukkan kekuatannya. Hampir seluruh kawasan pesisir di Bumi Binangun diterjang gelombang tinggi, Selasa (11/8/2026).

Pantai Glagah dan Pantai Congot ikut merasakan ganasnya ombak. Namun, Pantai Trisik menjadi kawasan yang mengalami dampak paling parah. Gelombang besar tidak hanya menyapu bibir pantai, tetapi juga menghantam bangunan usaha milik warga.

Kondisi tersebut terjadi ketika gelombang tinggi melanda perairan selatan Jawa. Ombak yang biasanya pecah jauh dari daratan terdorong lebih dekat ke kawasan pesisir. Air laut bahkan masuk lebih jauh dibanding kondisi normal.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulon Progo, Aris Widiatmoko, mengatakan potensi gelombang tinggi sebenarnya sudah diperkirakan sejak beberapa hari sebelumnya.

Baca Juga: Gelombang 3,9 Meter Hantam Pesisir Gunungkidul, 20 Kapal Nelayan Rusak hingga Tenggelam

Informasi tersebut membuat sebagian warga pesisir melakukan langkah antisipasi. Mereka mulai mengamankan barang-barang yang berada di sekitar pantai, terutama perlengkapan usaha yang rawan tersapu air laut.

“Gelombang tinggi memang sudah diprediksi sekitar tiga sampai empat hari lalu, sehingga sebagian masyarakat sudah melakukan persiapan,” kata Aris, Selasa (11/8/2026).

Menurut Aris, BMKG telah menyampaikan peringatan mengenai potensi gelombang tinggi di pesisir selatan. Kondisi tersebut diperkirakan masih berlangsung selama beberapa hari dan mencakup wilayah pesisir Daerah Istimewa Yogyakarta, termasuk Kulon Progo.

Dari hasil pengamatan petugas di lapangan, puncak gelombang diperkirakan telah terjadi pada Selasa pagi. Sekitar pukul 06.00 WIB, ketinggian ombak diperkirakan mencapai lima meter.

Baca Juga: Bukan Sekadar Baca Puisi, 15 Pelajar Gunungkidul Adu Mental dan Penghayatan di Karangmojo

Di Pantai Glagah, besarnya gelombang membuat air laut merangsek hingga sekitar 25 meter lebih jauh dari garis pantai dalam kondisi normal.

Fenomena serupa juga terlihat di sejumlah kawasan pesisir Kulon Progo. Gelombang tinggi membuat warga dan petugas harus meningkatkan kewaspadaan.

“Puncaknya sudah terjadi pagi tadi. Semoga setelah ini kondisi gelombang tidak kembali meningkat,” ujar Aris.

Dua kawasan yang paling mendapat perhatian petugas adalah Pantai Glagah dan Pantai Trisik.

Baca Juga: Mimpi Punya Rumah Sendiri: Akankah Generasi Milenial dan Gen Z Menjadi Generasi Kontrak?

Di Pantai Glagah, sedikitnya tiga warung yang berada paling dekat dengan laut mengalami kerusakan parah. Air laut menerjang hingga ke area bangunan usaha.

Warga pun bergerak cepat menyelamatkan barang dagangan. Peralatan dan berbagai perlengkapan warung dipindahkan ke lokasi yang lebih aman agar tidak ikut terseret ombak.

Sementara itu, gelombang tinggi juga terlihat di sejumlah destinasi yang berada di sepanjang kawasan Pantai Glagah hingga Congot. Meski ombak cukup besar, dampaknya relatif terbatas karena terdapat struktur pemecah gelombang yang membantu menahan energi laut.

Situasi berbeda terjadi di Pantai Trisik.

Baca Juga: Stonehenge Merapi, Mahakarya Vulkanik Bergaya Megalitikum Eropa

Di kawasan ini, dampak gelombang terlihat lebih nyata. Sejumlah kios pedagang mengalami kerusakan berat hingga roboh setelah diterjang ombak. Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena kawasan Pantai Trisik juga menghadapi persoalan abrasi yang terus menggerus daratan.

Gelombang tinggi yang datang bersamaan dengan abrasi membuat kawasan pesisir semakin rentan.

Aris mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap gelombang tinggi sebagai fenomena yang bisa disepelekan meskipun kejadian tersebut merupakan bagian dari siklus tahunan.

Imbauan terutama ditujukan kepada warga yang tinggal dan beraktivitas di kawasan pesisir, pemilik usaha, serta wisatawan yang hendak berkunjung ke pantai-pantai Kulon Progo.

Baca Juga: Cherrypop Rayakan Lima Tahun di Prambanan, Hadirkan Puluhan Musisi dalam “Repelita Musik”

“Ini memang siklus tahunan, tetapi masyarakat tetap harus berhati-hati,” tegasnya.

Bagi warga pesisir Kulon Progo, laut adalah sumber kehidupan sekaligus kekuatan alam yang harus dihormati. Ketika ombak meninggi dan air bergerak lebih jauh ke daratan, kewaspadaan menjadi perlindungan pertama untuk menjaga keselamatan sekaligus harta benda. (gas) 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
Pantai Congot gelombang tinggi kulon progo pantai glagah pantai trisik