Viral, Sekelompok Orang Selawatan di Gerbong MRT, Soal Kenyamanan dan Etika Jadi Perbincangan Publik

Magang Radar Malioboro • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:50 WIB
Sekelompok orang berselawat di dalam kereta MRT. (threads/qistina.maiden)
Sekelompok orang berselawat di dalam kereta MRT. (threads/qistina.maiden)

 

RADAR MALIOBORO - Momen sekelompok orang  yang berselawat dengan suara cukup keras di dalam gerbong MRT ramai diperbincangkan di media sosial.

Video tersebut dibagikan akun threads qistina.maiden.

Dalam video yang terekam, sekelompok orang mayoritas pria mengenakan baju hitam dan ikat kepala putih melantunkan selawat di kendaraan umum.

Baca Juga: Loneliness Epidemic: Mengapa Banyak Teman di Media Sosial Justru Membuat Kita Kesepian?

Mereka terlihat melantunkan selawat bersama ketika kereta sedang berjalan. 

Aktivitas tersebut langsung menarik perhatian, bahkan akun yang membagikan turut berkomentar.

"Aku yang muslim pun tak setuju mereka berselawat dalam MRT. Saat pulang inginnya tenang, saya paham di kereta itu ada berbagai kaum," tulisnya dalam threads qistina.maiden.

Video tersebut juga menuai reaksi warganet.

Ada yang menganggapnya sebagai bentuk kegiatan keagamaan yang positif, tetapi ada juga yang merasa tergangguj karena suara yang terdengar cukup keras di dalam gerbong.

Baca Juga: Al Jazeera Soroti Derita Warga NTT Pasca-Gempa M7,7: Ribuan Mengungsi, Anak-anak Mulai Sakit

Bersholawat tentu bukan sesuatu yang salah.

Namun, Ketika di lakukan di ruang yang digunakan Bersama, volume suara dan kondisi sekitar juga perlu dipertimbangkan.

Apalagi penumpang lain yang tidak selalu memiliki kenyamanan.
Hal ini bukan berarti aktivitas keagamaan tidak boleh dilakukan di ruang publik.

Persoalannya lebih ke bagaimana kegiatan tersebut dilakukan tanpa mengabaikan keberadaan orang lain.

Menjaga volume suara dan mengikuti aturan yang berlaku menjadi bagian dari etika saat menggunakan fasilitas umum.

Baca Juga: Gunung Merapi Hari Ini Kembali Luncurkan Lava, Status Siaga Masih Berlaku

Kejadian ini memunculkamn pembahasan soal etika menggunakan fasilitas umum.

Bukan hanya soal boleh atau tidaknya melakukan aktivitas tertentu, tetapi juga bagaimana seseorang tetap menghargai orang lain yang berada di tempat yang sama.

Ruang public memang mempertemukan banyak kebiasaan dan karakter yang berbeda.

Karena itu, saling menghargai menjadi penting agar aktivitas yang dilakukan tidak mengganggu kenyamanan orang lain.

Editor : Meitika Candra Lantiva
Selawatan di Gerbong MRT gerbong MRT viral etika Kenyamanan