Merapi Masih Level Siaga, Guguran Lava Meluncur hingga 2 Kilometer Dini Hari Ini

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:49 WIB
Merapi Masih Level Siaga, Guguran Lava Meluncur hingga 2 Kilometer Dini Hari Ini
Merapi Masih Level Siaga, Guguran Lava Meluncur hingga 2 Kilometer Dini Hari Ini

YOGYAKARTA – Aktivitas Gunung Merapi masih terpantau tinggi pada Sabtu (29/8/2026) dini hari. Berdasarkan laporan resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), gunung yang berada di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah ini tercatat mengalami puluhan kali guguran sepanjang periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.

Gunung berketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut ini secara administratif membentang di empat wilayah, yakni Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten. Posisinya yang berada tepat di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah membuat aktivitasnya selalu jadi perhatian warga di kedua provinsi tersebut.

Dari sisi cuaca, kondisi di sekitar puncak Merapi berkisar antara cerah dan mendung, dengan embusan angin lemah ke arah barat. Suhu udara tercatat sejuk, berkisar 15,4 hingga 16,6 derajat Celsius, sementara kelembapan udara berada di kisaran 60 hingga 65 persen.

Secara visual, puncak gunung masih bisa terlihat jelas meski sesekali tertutup kabut tipis. Petugas pemantau tidak mencatat adanya asap kawah yang teramati selama periode pengamatan enam jam tersebut, menandakan kondisi permukaan relatif tenang secara kasat mata.

Namun di balik ketenangan visual itu, alat pemantau seismik BPPTKG merekam aktivitas kegempaan yang cukup aktif. Tercatat 34 kali gempa guguran dengan amplitudo antara 2 hingga 33 milimeter, serta durasi yang bervariasi mulai dari sekitar 39 detik hingga hampir 3,5 menit.

Selain gempa guguran, terekam pula 13 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 2 hingga 27 milimeter. Jenis gempa ini biasanya menjadi indikator adanya pergerakan magma maupun fluida di bawah permukaan gunung, sehingga jadi salah satu parameter penting yang terus diawasi.

Yang cukup mencolok dari laporan ini, petugas mencatat total sembilan kali luncuran lava pijar dalam periode enam jam tersebut. Enam di antaranya mengarah ke barat daya menuju hulu Kali Krasak, dengan jarak luncur terjauh mencapai 1.900 meter dari puncak.

Sementara itu, tiga luncuran lava lainnya teramati mengarah ke hulu Kali Sat/Putih, juga di sektor barat daya, dengan jarak tempuh maksimal mencapai 2.000 meter. Arah luncuran yang konsisten ke sektor barat daya ini sejalan dengan pola pertumbuhan kubah lava yang selama ini diamati BPPTKG.

Melihat rangkaian data tersebut, BPPTKG menegaskan status Gunung Merapi masih bertahan di Level III atau Siaga. Artinya, suplai magma dari dalam perut bumi dinilai masih terus berlangsung dan berpotensi memicu awanpanas guguran kapan saja, terutama di kawasan yang sudah dipetakan sebagai zona bahaya.

Untuk sektor selatan-barat daya, potensi bahaya guguran lava dan awanpanas mengintai wilayah Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer dari puncak. Di sektor tenggara, ancaman serupa membayangi Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer, sementara lontaran material saat letusan eksplosif diperkirakan bisa menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

Menyikapi kondisi ini, BPPTKG kembali mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di kawasan yang masuk zona potensi bahaya. Warga juga diminta waspada terhadap ancaman lahar dan awanpanas guguran terutama saat hujan turun di sekitar lereng Merapi, mengantisipasi gangguan abu vulkanik jika sewaktu-waktu terjadi erupsi, serta terus memantau informasi resmi karena status aktivitas bisa ditinjau ulang sewaktu-waktu bila terjadi perubahan signifikan.

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : BPPTKG
Erupsi hari ini Bencana hari ini Merapi Hari Ini Gunung Merapi hari ini gempa hari ini