Malam Mencekam di Kebumen: Api Lahap 2 Hektare Hutan Jati, Rumah Warga Sempat Terancam

Muhammad Hafied • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 10:18 WIB
TITIK API : Kobaran api membakar area hutan pohon jati milik Perum Perhutani di Desa Ayah, Kecamatan Ayah. (Dokumentasi Damkar Kebumen)
TITIK API : Kobaran api membakar area hutan pohon jati milik Perum Perhutani di Desa Ayah, Kecamatan Ayah. (Dokumentasi Damkar Kebumen)

 

KEBUMEN – Malam itu, langit di atas Desa Ayah, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, tiba-tiba berubah jingga. Kobaran api membumbung tinggi dari hamparan hutan jati milik Perum Perhutani, memantulkan cahaya merah yang membuat warga sekitar gemetar. Pada Selasa malam (8/9/2026), kebakaran kembali menghantam kawasan hutan di wilayah tersebut, menghanguskan sekitar 2 hektare lahan yang ditumbuhi pohon jati.

Kabar ini disampaikan langsung oleh Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama. Ia mengungkapkan bahwa titik api pertama kali terdeteksi sekitar pukul 18.30 WIB. Yang membuat jantung berdebar, lokasi kebakaran hanya berjarak sekitar 100 meter dari permukiman penduduk. Jarak yang sangat dekat, nyaris tak ada sekat antara amukan api dan rumah-rumah warga.

"Kewaspadaan harus ditingkatkan karena lokasi kebakaran dekat dengan pemukiman," tegas Kapolres dengan nada serius, Rabu (9/9/2026). Untunglah, respons cepat dari berbagai pihak berhasil mencegah hal terburuk. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang sempat membuat warga panik ini.

Berdasarkan hasil asesmen kepolisian, api pertama kali dilihat oleh warga setempat di kawasan hutan Petak 43. Begitu laporan masuk, jajaran Polsek Ayah, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), pihak Perhutani, perangkat desa, dan warga bahu-membahu mendatangi lokasi. Tanpa menunggu lama, mereka langsung berupaya memadamkan si jago merah dengan peralatan sederhana yang ada.

Namun, kondisi malam yang gelap dan medan yang tidak mudah membuat upaya pemadaman menjadi sangat menantang. Api diduga berasal dari area perbatasan hutan bagian bawah. Angin yang bertiup cukup kencang, ditambah tumpukan daun jati kering yang berserakan, membuat api menyebar dengan cepat bagai tak terbendung. Kobaran api merambat ke bagian atas dan sisi samping kawasan hutan, memperluas area yang terbakar.

Baca Juga: Manjakan Konsumen, Astra Motor Yogyakarta x Larissa Hadirkan Undian Honda BeAT

Butuh kerja keras dan keberanian luar biasa dari petugas dan warga. Sekitar pukul 23.30 WIB, setelah lebih dari lima jam berjibaku melawan api, kobaran akhirnya berhasil dipadamkan. "Petugas dan warga harus bekerja hingga beberapa jam untuk memastikan kobaran tidak meluas," jelas Kapolres, menggambarkan betapa gigihnya perjuangan mereka di tengah malam yang mencekam.

Meski api telah padam, kewaspadaan belum sepenuhnya usai. Petugas terus melakukan pemantauan intensif untuk mengantisipasi kemunculan titik api susulan. Kawasan hutan tersebut masih cukup berdekatan dengan area permukiman, sehingga pengawasan ekstra menjadi keharusan. Hingga laporan ini diturunkan, tidak ada laporan rumah warga yang terbakar maupun korban jiwa. Kerugian material pun belum dapat ditaksir.

Peristiwa ini bukan yang pertama. Sebelumnya, pada Sabtu (5/9/2026), lahan seluas 1,5 hektare milik Perhutani di wilayah Kecamatan Karanggayam juga dilalap api hebat. Kobaran api membakar vegetasi kering dan pohon pinus yang berada di petak 158 A1 RPH Pagebangan. Beruntung, api segera dipadamkan sebelum menjalar ke area permukiman warga.

Polisi menduga kebakaran tersebut berkaitan erat dengan kemarau panjang yang membuat vegetasi di kawasan itu mudah terbakar. Kondisi angin kencang turut mempercepat rambatan api ke bagian lahan lain. Dua peristiwa dalam kurun waktu kurang dari sepekan ini menjadi alarm bagi semua pihak.

Baca Juga: Hadir dengan Sentuhan Baru, Honda CT125 Makin Ikonik dan Berkarakter

Musim kemarau yang ekstrem memang membawa ancaman serius. Hutan-hutan yang biasanya rimbun dan lembap kini berubah menjadi hamparan bahan bakar alami yang siap tersulut kapan saja. Warga di sekitar kawasan hutan pun diminta tetap waspada dan segera melapor jika melihat tanda-tanda kebakaran.

Kisah malam di Desa Ayah menjadi pengingat bahwa bencana bisa datang tanpa peringatan. Namun, semangat gotong royong warga dan kesigapan petugas telah membuktikan bahwa bersama-sama, ancaman sebesar apa pun bisa dihadapi. Kini, yang terpenting adalah menjaga kewaspadaan dan memastikan tidak ada lagi titik api yang menyala.

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
Kebakaran hutan Kebumen hutan jati Ayah Perhutani Kebumen kemarau panjang 2026 kebakaran hutan Jawa Tengah