Peserta Karnaval Meninggal Beberapa Jam Usai Tampil, Visual Seram SKNC 2026 Jadi Sorotan

Rahmawati Wulandari • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 15:28 WIB
cuplikan dari Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Kabupaten Pekalongan yang tengah viral di media sosial.
cuplikan dari Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Kabupaten Pekalongan yang tengah viral di media sosial.

PEKALONGAN – Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 menjadi perhatian publik setelah salah seorang pesertanya, Ahmad Faiz, 40, meninggal dunia beberapa jam setelah mengikuti karnaval, Kamis malam (10/9/2026).

Faiz merupakan peserta karnaval yang digelar di Kelurahan Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan. Dalam acara tersebut, ia tampil mengenakan kostum bernuansa monster.

Rangkaian karnaval berlangsung hingga sekitar tengah malam. Setelah acara selesai, Faiz pulang ke rumah dan beristirahat. Namun, pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 04.00 WIB, Faiz dilaporkan meninggal dunia.

Kabar tersebut kemudian menjadi perhatian lebih luas setelah sejumlah video penampilan SKNC 2026 beredar di media sosial. Dalam video yang beredar, peserta terlihat mengenakan berbagai kostum menyeramkan, karakter yang menyerupai makhluk mitologi, hingga membawa properti dengan nuansa gelap.

Salah satu bagian pertunjukan yang menuai perhatian adalah adegan teatrikal menggunakan kambing hidup yang berlanjut dengan adegan penyembelihan. Visual tersebut memunculkan beragam komentar dari warganet.

Baca Juga: Cimpa Matah, Sajian Manis Tradisional Karo yang Tetap Eksis di Tengah Gempuran Kuliner Modern

Sebagian warganet bahkan menilai sejumlah tampilan dalam pertunjukan memiliki kemiripan dengan simbol yang diasosiasikan dengan satanisme. Ada pula unggahan di media sosial yang menyebut terdapat bentuk menyerupai pentagram terbalik dalam rangkaian pertunjukan.

Nuansa kostum monster, konsep pertunjukan malam hari, penggunaan simbol tertentu, hingga adegan penyembelihan membuat video SKNC 2026 ramai diperbincangkan. Meninggalnya salah seorang peserta beberapa jam setelah acara juga kemudian dikaitkan oleh sebagian warganet dengan kontroversi tersebut.

Namun demikian, hingga saat ini belum terdapat keterangan resmi yang membuktikan bahwa SKNC 2026 merupakan ritual satanisme. Tidak ada pula bukti resmi yang menunjukkan kematian Ahmad Faiz berkaitan dengan unsur mistis maupun konsep pertunjukan dalam karnaval.

Karena itu, isu mengenai unsur “satanic” dalam karnaval tersebut masih sebatas interpretasi yang berkembang di media sosial. Begitu pula hubungan antara kematian Faiz dengan pertunjukan belum dapat disimpulkan tanpa keterangan atau bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Informasi yang diketahui sejauh ini, Faiz mengikuti karnaval hingga rangkaian kegiatan berakhir sekitar tengah malam. Setelah itu, ia pulang dan beristirahat sebelum kemudian meninggal dunia sekitar pukul 04.00 WIB.

Diikuti 25 Barisan dari Musala

SKNC merupakan salah satu kegiatan masyarakat yang telah menjadi tradisi di Simbang Kulon. Pada penyelenggaraan 2026, karnaval diikuti 25 barisan yang berasal dari 25 musala.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Nyawiji ing Budaya, Ngukuhake Paseduluran”, yang bermakna menyatukan budaya sekaligus memperkuat persaudaraan.

Rangkaian kegiatan SKNC 2026 juga berkaitan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta pelaksanaan khitan massal.

Baca Juga: Lagu "Training Season" Milik Dua Lipa Jadi Soundtrack Manifesting Gen Z 2026

Peristiwa ini akhirnya memunculkan dua isu yang perlu dilihat secara terpisah. Pertama, mengenai meninggalnya Ahmad Faiz beberapa jam setelah mengikuti karnaval. Kedua, kontroversi mengenai visual pertunjukan yang dinilai sebagian masyarakat terlalu menyeramkan dan kemudian dikaitkan dengan simbol satanisme.

Di tengah derasnya informasi dan spekulasi di media sosial, kedua hal tersebut perlu dibedakan. Fakta mengenai waktu dan kronologi meninggalnya peserta tidak serta-merta membuktikan adanya hubungan dengan konsep atau visual karnaval.

 

Editor : Bahana.
SKNC 2026 Karnaval Pekalongan Simbang Kulon Ahmad Faiz pekalongan