Akses Ditutup Portal Proyek, Pedagang Pantai Mengadu ke DPRD Gunungkidul

Della Hardi Puspita • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 02:04 WIB
Puluhan warga dan pedagang Pantai Watubolong mengadu ke DPRD Gunungkidul terkait akses pantai yang diportal proyek, Selasa (22/9/2026). (Dok:updategunungkidul)
Puluhan warga dan pedagang Pantai Watubolong mengadu ke DPRD Gunungkidul terkait akses pantai yang diportal proyek, Selasa (22/9/2026). (Dok:updategunungkidul)

GUNUNGKIDUL Penutupan akses menuju kawasan Pantai Watubolong mulai berdampak pada aktivitas ekonomi warga yang selama ini menggantungkan penghasilan dari kunjungan wisatawan. Buntutnya, puluhan orang yang mengaku sebagai warga dan pedagang dari Kalurahan Banjarejo, Tanjungsari, mendatangi Gedung DPRD Gunungkidul, Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB dengan kendaraan pribadi dan truk.

Mereka memprotes akses utama menuju pantai yang kini diportal karena proyek pembangunan. Ketika jalan ditutup, wisatawan tidak bisa masuk dan lapak pedagang otomatis sepi pembeli.

Orang-orang tersebut menegaskan tidak menolak pembangunan, namun meminta solusi agar ekonomi tetap berjalan, seperti penyediaan jalur alternatif atau sistem buka-tutup.

Persoalan akses ini bukan kali pertama. Sebelumnya, kawasan Watubolong juga pernah diprotes warga karena aksesnya dipersempit akibat pembangunan di sekitar pantai. Warga khawatir jika akses publik hilang, mata pencaharian mereka sebagai pelaku wisata akan mati.

Kini mereka berharap DPRD bisa memediasi dengan pemerintah dan pihak proyek agar akses wisata kembali normal tanpa harus menghentikan pembangunan

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
Suruhan DPRD Gunungkidul Penghambat perekonomian orang preman