Ngobrol Santai, Tapi Bikin Betah: Ini Alasan The Catch Up Club Begitu Populer di Kalangan Gen Z

Hening Atik Mahardika • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 11:36 WIB
Podcast The Catch Up Club.
Podcast The Catch Up Club.

 

RADAR MALIOBORO - Di Indonesia sudah banyak sekali podcast-podcast yang selalu menarik untuk ditonton dan didengarkan saat waktu senggang.

Di tengah banyaknya podcast sekarang, muncul nama baru yang dibilang kepopulerannya bertumbuh pesat, yaitu The Catch Up Club.

Podcast yang dipandu oleh Agatha Pricilla, Ify Alyssa, dan Sivia Azizah ini debut pada akhir januari 2026.

Ketiganya merupakan sahabat sejak kecil dan pernah tergabung dalam grup Blink.

Konsep podcast mereka memang berangkat dari kebiasaan tiga sahabat yang terus melakukan catch up tentang kehidupan masing-masing.

Podcast ini mulai menarik perhatian sejak awal 2026.

Baca Juga: Bukan Sekadar Ayam Rebus Biasa! Ini Resep Ayam Bumbu Siram Pedas Gurih yang Bikin Ketagihan

Dalam waktu relatif singkat, kanalnya dilaporkan telah menggaet 299 ribu subscriber.

Potongan obrolan-obrolan mereka juga beberapa kali muncul di media sosial dan ikut membuat orang yang sebelumnya tidak mengikuti podcast tersebut menjadi penasaran.

Kira-kira apa ya yang membuat The Catch Up Club terasa dekat dengan Gen Z?

1.    Rasanya Seperti Ikut Nongkrong Bareng Teman

Salah satu kekuatan terbesar The Catch Up Club ada pada cara ketiga host berbicara. Percakapannya tidak terasa seperti wawancara dengan daftar pertanyaan yang harus diselesaikan satu per satu.

Mereka bisa memulai pembicaraan dari hal sederhana, kemudian tiba-tiba berpindah ke cerita masa lalu, hubungan pertemanan, pekerjaan, percintaan, sampai keresahan ketika memasuki usia dewasa.

Obrolan yang berpindah-pindah tersebut justru membuat podcast terasa seperti percakapan sehari-hari.

Tidak terlalu rapi, tidak selalu serius, tetapi tetap ada cerita yang bisa dibawa pulang oleh pendengarnya.

Gaya seperti ini membuat pendengar seolah sedang duduk di meja yang sama bersama tiga orang teman.

Bukan sekadar mendengarkan orang berbicara, tetapi seperti ikut masuk ke dalam percakapan mereka.

Baca Juga: Astra Motor Yogyakarta Bawa Edukasi Berkendara Melalui Seminar Kolaborasi

2.    Topiknya yang Dianggap Selalu Relatable

Pembahasan The Catch Up Club juga tidak jauh dari kehidupan sehari-hari.

Mulai dari pertemanan, karier, hubungan, pilihan hidup, sampai berbagai hal kecil yang sering dipikirkan ketika seseorang mulai memasuki usia dewasa.

Misalnya ketika mereka membicarakan keputusan hidup atau hubungan dengan orang lain.

Tidak selalu ada jawaban yang benar-benar pasti. Kadang mereka hanya bertukar cerita dan sudut pandang.

Justru hal seperti itu yang terasa dekat dengan kehidupan Gen Z.

Banyak persoalan di usia muda memang tidak memiliki jawaban sederhana.

Ada yang masih mencari pekerjaan, bingung dengan hubungan, mempertanyakan pilihan hidup, atau sekadar mencoba memahami diri sendiri.

Baca Juga: Diduga Rem Bermasalah, Dump Truk Seruduk Tiga Kendaraan di Depan Baitul Jannah Lampung

3.    Selipan Humor Yang Selalu Lucu dan Natural

Kalau hanya membahas masalah kehidupan, podcast tentu bisa terasa berat.

Namun, The Catch Up Club punya keseimbangan lewat humor yang muncul secara natural.

Candaan mereka sering berasal dari cerita pribadi, pengalaman masa lalu, atau respons spontan terhadap perkataan satu sama lain.

Bukan humor yang sengaja dibuat untuk menghasilkan tawa setiap beberapa menit.

Hal tersebut juga berkaitan dengan hubungan ketiganya yang memang sudah lama terjalin.

Karena sudah saling mengenal, mereka terlihat tidak terlalu menjaga image satu sama lain ketika berbicara.

 Inilah yang membuat suasananya terasa seperti obrolan tiga sahabat yang sedang menghabiskan waktu bersama.

Baca Juga: Air Bersih Mengalir Setelah Bor 80 Meter, Warga Langedhawe Nagekeo NTT Ucap Syukur

4.    Potongan Videonya Mudah Masuk ke Media Sosial

Di era TikTok dan Instagram Reels, tidak semua orang punya waktu untuk menonton satu episode podcast dari awal sampai akhir.

The Catch Up Club punya keuntungan dari percakapan yang menghasilkan banyak potongan pendek.

Kalimat spontan atau pembahasan tertentu bisa mudah menjadi sebuah konten pendek dan kemudian dibagikan kembali di media sosial.

Dari sini, orang yang awalnya hanya melihat satu video pendek bisa saja penasaran dan kemudian mencari episode lengkapnya.

5.    Tiga Perempuan, Tiga Keunikan

Hal lain yang membuat The Catch Up Club menarik adalah ketiga pembawa acaranya sama-sama perempuan. 

Mereka membicarakan kehidupan dari pengalaman masing-masing, tetapi tetap memiliki karakter yang berbeda.

Podcast ini akhirnya tidak hanya berbicara mengenai satu pengalaman perempuan. Ada perbedaan cara berpikir, pengalaman, dan respons di antara ketiganya.

Baca Juga: Aksi Flexing Eric THE BOYZ Unboxing iPhone 18 Pro Max Burgundy Bikin Fans Geleng-Geleng Kepala

Bagi pendengar perempuan, percakapan seperti ini juga bisa terasa seperti menemukan ruang untuk membicarakan hal-hal yang mungkin tidak selalu mudah dibahas dalam kehidupan sehari-hari.

Itulah yang membuat The Catch Up Club terasa lebih dari sekadar podcast.

Ia seperti versi digital dari kegiatan "catch up" bersama teman lama, ngobrol tanpa harus punya topik tertentu, bahkan tertawa tanpa alasan yang terlalu jelas.

Editor : Meitika Candra Lantiva
Ngobrol Santai Personel Blink he Catch Up Club podcast