RADAR MALIOBORO – Niat memilah sampah dari rumah tentu menjadi langkah baik. Botol plastik dikumpulkan, kardus dipisahkan, sementara sampah makanan tidak dicampur dengan sampah lainnya. Namun, persoalannya tidak berhenti pada memisahkan sampah berdasarkan jenis.
Ada beberapa benda yang terlihat seperti sampah daur ulang, tetapi ternyata tidak bisa begitu saja dimasukkan ke tempat pengumpulan yang sama. Jika salah memilah, material yang sebenarnya masih bisa dimanfaatkan justru berpotensi tercampur dan menyulitkan proses pengolahan.
Kemasan bekas makanan menjadi salah satu yang paling sering keliru. Wadah makanan, gelas minuman, atau botol plastik yang masih menyisakan makanan dan minuman sebaiknya tidak langsung dimasukkan bersama material daur ulang lainnya.
Sebelum dikumpulkan, kemasan perlu dikosongkan. Untuk fasilitas tertentu, kemasan juga perlu dibersihkan terlebih dahulu. Tujuannya agar sisa makanan atau minuman tidak mengotori material lain yang sudah dipilah.
Masalah serupa juga terjadi pada plastik tipis seperti kantong belanja. Sama-sama berbahan plastik, bukan berarti pengolahannya sama dengan botol atau wadah plastik.
Baca Juga: Carmen Hearts2Hearts Turut Semangati Para Atlet Indonesia yang Bersaing di Asian Games 2026
Beberapa sistem pengumpulan tidak menerima kantong plastik melalui tempat sampah daur ulang biasa. Material tersebut bisa memiliki jalur pengumpulan berbeda. Karena itu, aturan tempat pengelolaan sampah yang digunakan perlu diperhatikan.
Kemasan plastik juga sering memiliki simbol segitiga dengan angka di dalamnya. Tanda tersebut menunjukkan jenis plastik yang digunakan, bukan jaminan bahwa benda tersebut pasti dapat didaur ulang di semua tempat.
Artinya, jangan hanya melihat simbol pada kemasan. Fasilitas pengolahan di setiap wilayah dapat memiliki kemampuan dan aturan penerimaan material yang berbeda.
Ada pula sampah rumah tangga yang sebaiknya tidak dicampurkan dengan material daur ulang biasa. Baterai bekas, misalnya, membutuhkan penanganan khusus karena memiliki komponen yang berbeda dari sampah rumah tangga pada umumnya.
Baca Juga: Harga Tiket Konser Ed Sheeran Anjlok di Pasar Resale, Kontroversi Tur Jadi Sorotan
Begitu juga dengan barang elektronik bekas.
Ponsel lama, komputer, kabel, dan berbagai perangkat elektronik lainnya tidak seharusnya langsung dimasukkan ke tempat sampah daur ulang bersama botol plastik atau kardus.
Benda-benda tersebut lebih tepat disalurkan melalui tempat pengumpulan yang memang menerima limbah elektronik.
Sementara itu, material seperti botol plastik tertentu, kardus, kertas, kaca, dan logam dapat memiliki nilai untuk didaur ulang. Namun, material tersebut tetap perlu dipisahkan dan disiapkan sesuai aturan fasilitas yang menerimanya.
Bagi masyarakat yang baru mulai memilah sampah, langkahnya sebenarnya tidak sulit.
Mulai dengan mengosongkan kemasan, memisahkan sampah berdasarkan material, dan memastikan jenis sampah tersebut memang diterima oleh bank sampah atau fasilitas pengolahan yang dituju.
Baca Juga: “Lanai Km Jelas”, Lagu Karo yang Cocok Buat Kamu yang Capek Sama Hubungan Abu-Abu
Kebiasaan sederhana tersebut penting karena sampah yang sudah dipilah belum tentu otomatis siap untuk didaur ulang. Ada proses lanjutan yang harus dilakukan sebelum material kembali menjadi barang yang bisa digunakan.
Jadi, ketika menemukan simbol daur ulang pada sebuah kemasan, jangan langsung menganggap benda tersebut bisa dibuang ke tempat daur ulang terdekat.
Memilah sampah bukan hanya soal membedakan tempat pembuangan. Yang lebih penting adalah memastikan sampah masuk ke jalur pengolahan yang tepat.
Dengan pemilahan sejak dari rumah, material yang masih memiliki nilai guna dapat lebih mudah diproses, sementara sampah yang membutuhkan penanganan khusus tidak tercampur dengan material lainnya.
Baca Juga: Pesona Desa Tomok Samosir, Tempat Wisatawan Mengenal Sejarah dan Warisan Batak Toba
(Maria Margaretha Nirong Gedo)
Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber