RADAR MALIOBORO - Di saat perhatian publik mulai bergeser, Dusun Waso di Nusa Tenggara Timur ternyata masih berjuang untuk bangkit. Melihat kondisi itu, CEO Hands Foundation Hamzah Attamimi bersama rombongan content creator turun langsung, memasak di dapur umum dan tidur di antara tenda pengungsian warga.
Bukan perjalanan liburan, keberangkatan kali ini adalah misi kemanusiaan. Bersama para travel creator seperti Reza Dwi Yanda atau Ejak, Muman yang akrab disapa Fidz, Karina Bella, dan Anzala Ahmad Sauki, tim Hands Foundation menyusuri wilayah pesisir Flores yang menjadi titik terdampak gempa bumi magnitudo 7,7.
Suasana di lokasi terekam dalam dokumentasi video lapangan. Malam hari, api dari tungku darurat masih menyala. Di sanalah Muman memperkenalkan diri dan menjelaskan bahwa dirinya berada di Dusun Waso. Siang harinya, ia terlihat sibuk mengaduk masakan di wajan besar di bawah terpal biru, sementara warga termasuk anak-anak menunggu dengan membawa piring. Pesan yang ia bawa sederhana, bahwa NTT belum selesai dan masih butuh ditemani.
Cerita yang lebih dalam datang dari Anzala Ahmad Sauki. Saat berada di Dusun Waso, Desa Satar Kampas, ia merekam langsung lanskap desa dari udara. Di satu sisi terlihat laut biru dan sawah hijau, namun di sisi lain banyak rumah yang atapnya ambruk dan temboknya roboh menjadi puing. Bangunan yang roboh itu belum bisa diperbaiki, sehingga warga terpaksa tinggal lebih lama di pengungsian.
Baca Juga: Dikira Bisa Didaur Ulang, Sampah Ini Justru Sering Salah Masuk Tempat Sampah
Kondisi itu juga dirasakan oleh para ibu dan lansia di sana. Beberapa ibu terlihat duduk di tanah menyiapkan bahan makanan bersama, sementara seorang nenek dengan hijab biru tampak duduk di kursi plastik di depan tenda biru dengan raut wajah penuh harap.
Dari sudut pandang travel creator, Ejak dan Karina Bella yang ikut dalam rombongan memberikan warna lain. Keduanya yang biasa membagikan cerita perjalanan indah, kini berada di tengah keterbatasan. Di malam hari, dengan memakai rompi relawan Hands Foundation, mereka menyampaikan doa agar Dusun Waso bisa lekas membaik, lekas pulih, dan aktivitas warga kembali normal.
Hands Foundation sendiri membuka ruang bagi masyarakat luas yang ingin ikut membantu proses pemulihan. Melalui program kemanusiaan untuk NTT, donasi dapat disalurkan langsung untuk kebutuhan dapur umum, terpal dan tenda hunian sementara, serta perbaikan rumah warga yang roboh. Informasi penyaluran bantuan dapat diakses melalui kanal resmi Hands Foundation di media sosial.
Kehadiran para influencer ini bukan hanya soal dokumentasi, tetapi menjadi jembatan agar kisah dari Waso tidak berhenti di pinggir jalan. Bahwa di balik foto pantai yang cantik, ada desa yang masih menunggu untuk dibangun kembali.
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Berbagai Sumber