El Niño Sangat Kuat, Tapi Tanah Karo Justru Diguyur Hujan Hampir Setiap Hari, Apa Penyebabnya?

Frencia Keliat • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 14:27 WIB
Fenomena El Niño sangat kuat yang ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut di wilayah Pasifik dan berpotensi memengaruhi pola cuaca serta musim hujan di Indonesia. Sumber foto: https://vt.tiktok.com/ZSb1rxQ7r/
Fenomena El Niño sangat kuat yang ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut di wilayah Pasifik dan berpotensi memengaruhi pola cuaca serta musim hujan di Indonesia. Sumber foto: https://vt.tiktok.com/ZSb1rxQ7r/ 

 KARO - Fenomena El Niño sangat kuat tengah berlangsung pada September 2026. Fenomena ini secara umum cenderung mengurangi pasokan kelembapan ke wilayah Indonesia dan meningkatkan kondisi kering di sejumlah daerah. Namun, kondisi berbeda terlihat di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang dalam beberapa hari terakhir masih mengalami hujan.

Kondisi tersebut menarik perhatian karena El Niño sering dikaitkan dengan berkurangnya curah hujan di Indonesia. Namun, fenomena iklim berskala besar tidak serta-merta membuat seluruh wilayah Indonesia mengalami kondisi yang sama.

Berdasarkan pemantauan BMKG, El Niño berada pada intensitas sangat kuat. Pada Dasarian I September 2026, nilai anomali suhu muka laut wilayah Niño 3.4 tercatat +2,76°C, sementara indeks ENSO tiga bulanan periode Juli–September mencapai +2,6, yang menunjukkan El Niño dengan intensitas sangat kuat. 

Di tengah kondisi tersebut, Kabupaten Karo justru termasuk wilayah Sumatera Utara yang diprediksi mengalami sifat hujan atas normal pada Dasarian III September. Artinya, jumlah hujan yang diperkirakan turun berada pada kisaran 115-150 persen dari rata-rata klimatologis. 

Baca Juga: Ponpes Lombok Mendadak Ramai, Orang Tua Jemput Anak Usai Dugaan Pelecehan Mencuat

BMKG memperkirakan curah hujan di Karo pada periode tersebut berada dalam kategori menengah, yakni sekitar 50–150 milimeter per dasarian. 

Perbedaan kondisi tersebut menunjukkan bahwa hujan di suatu wilayah tidak hanya dipengaruhi oleh El Niño. 

Dinamika atmosfer regional dan lokal juga dapat berperan dalam pembentukan awan hujan.

BMKG bahkan menyebut pada periode 18-24 September 2026 masih terdapat potensi hujan di wilayah Sumatera bagian utara. Aktivitas sejumlah gelombang atmosfer dapat mendukung pembentukan awan hujan di beberapa wilayah meskipun El Niño sangat kuat sedang berlangsung. 

Karena itu, kondisi Tanah Karo yang tetap sering diguyur hujan dapat menjadi contoh bahwa El Niño tidak berarti setiap daerah otomatis mengalami kekeringan.

Pengaruh fenomena tersebut dapat berbeda-beda bergantung pada kondisi atmosfer dan geografis masing-masing wilayah. 

(Frencia Keliat)

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
El Nino Karo fenomena hujan sumatera utara