BEKASI – Semangat belajar siswa SDN Sukajadi 03, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, diuji oleh kondisi ruang kelas yang jauh dari kata layak. Di tengah dinding yang jebol dan sejumlah bagian bangunan yang rusak, para siswa tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa.
Pemandangan tersebut terlihat pada Rabu (23/9/2026). Siswa kelas VI masih menjalani pembelajaran di ruang yang bagian dindingnya mengalami kerusakan cukup parah. Sebagian tembok bahkan sudah terbuka sehingga kondisi bagian luar sekolah dapat terlihat dari dalam kelas.
Kerusakan juga terlihat pada bagian jendela. Kondisinya dinilai mengkhawatirkan sehingga kaca jendela dilepas dan ditempatkan di bagian bawah untuk mengurangi risiko jatuh ke arah siswa.
Kondisi ruang kelas tersebut bukan kerusakan yang baru terjadi. Berdasarkan informasi dari pihak sekolah, kerusakan telah berlangsung sekitar tiga tahun. Bangunan yang sudah berusia cukup tua menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kondisi ruang kelas semakin menurun.
Baca Juga: Timuran Jogja Guncang Teras Malioboro 1, Ribuan Penonton Padati Konser Gratis Musik Timur
Tak hanya dinding dan jendela, beberapa fasilitas lain di lingkungan sekolah juga terdampak. Sejumlah ruangan seperti UKS dan toilet dilaporkan sudah tidak dapat digunakan karena mengalami kerusakan.
Bagi siswa, belajar dalam kondisi tersebut bukan perkara mudah. Ruang kelas yang terbuka membuat debu dan air hujan lebih mudah masuk. Ketika hujan disertai angin, kekhawatiran terhadap kondisi bangunan juga semakin meningkat.
Salah seorang siswa kelas VI bahkan pernah mengalami situasi ketika bagian jendela ruang kelas dalam kondisi miring dan hampir jatuh. Kejadian tersebut membuat siswa dan guru harus segera mengamankan bagian jendela agar tidak membahayakan kegiatan belajar.
Kondisi serupa juga membuat keberadaan hewan seperti tikus dan kecoa menjadi persoalan bagi siswa. Meski demikian, proses belajar tetap dilanjutkan karena kegiatan pendidikan harus tetap berjalan.
SDN Sukajadi 03 sendiri memiliki sekitar 168 siswa yang terbagi dalam enam rombongan belajar dari kelas I hingga kelas VI. Dari enam ruang kelas yang digunakan, tiga di antaranya mengalami kerusakan berat dan membutuhkan perbaikan menyeluruh.
Baca Juga: DIY Bebas Rabies tapi Pencegahan Perlu Dilakukan, DPKP Vaksinasi 100 Kucing
Pemerintah Kabupaten Bekasi telah mengetahui kondisi tersebut. Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi sebelumnya menyampaikan bahwa tiga ruang kelas di sekolah itu akan mendapatkan rehabilitasi total.
Rencana perbaikan semula diarahkan masuk dalam APBD Perubahan 2026. Namun, keterbatasan waktu membuat pelaksanaan rehabilitasi harus digeser ke 2027.
Rencana tersebut mencakup perbaikan total tiga ruang kelas dengan kebutuhan anggaran yang diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar. Selama menunggu proses rehabilitasi, kegiatan belajar mengajar tetap diatur dengan memanfaatkan ruang yang masih dapat digunakan.
Kondisi SDN Sukajadi 03 menjadi gambaran bagaimana proses pendidikan tetap berlangsung meski fasilitas sekolah menghadapi keterbatasan. Para siswa tetap datang ke kelas dan mengikuti pelajaran, sementara pihak sekolah harus menjalankan kegiatan belajar dengan kondisi bangunan yang belum sepenuhnya aman dan nyaman.
Menunggu hingga 2027 tentu membuat aspek keselamatan menjadi perhatian penting. Terlebih, kerusakan pada sejumlah bagian bangunan telah berlangsung cukup lama dan terus digunakan untuk aktivitas pendidikan.
Bagi para siswa, ruang kelas bukan hanya tempat menerima pelajaran. Di sanalah mereka menghabiskan sebagian waktu untuk belajar dan berinteraksi. Karena itu, keberadaan ruang belajar yang aman menjadi bagian penting agar kegiatan pendidikan dapat berlangsung tanpa dibayangi kekhawatiran terhadap kondisi bangunan.
(Maria Margaretha Nirong Gedo)
Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber