Bayi 24 Hari di Surabaya Meninggal Usai Dirawat, Dugaan Pemberian Telur Mentah Jadi Sorotan

Frencia Keliat • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 12:56 WIB
Bayi baru lahir yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di Surabaya, Jawa Timur.

Sumber foto: https://vt.tiktok.com/ZSbTAM2m5/
Bayi baru lahir yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di Surabaya, Jawa Timur. Sumber foto: https://vt.tiktok.com/ZSbTAM2m5/ 

 SURABAYA – Bayi berinisial A yang baru berusia 24 hari meninggal dunia pada Minggu (11/10/2026) setelah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, Jawa Timur. Peristiwa ini menyita perhatian masyarakat menyusul dugaan bahwa bayi tersebut sempat diberi telur mentah oleh neneknya.

Informasi mengenai kondisi bayi itu menyebar setelah Calista Arisha, yang merupakan tantenya, membagikan cerita melalui platform Threads. Ia sebelumnya mengunggah permohonan bantuan untuk memperoleh tempat perawatan di Neonatal Intensive Care Unit (NICU) karena kondisi keponakannya dilaporkan kritis.

Berdasarkan informasi yang disampaikan keluarga kepada media, bayi A sempat mengalami demam. Neneknya diduga memberikan telur mentah karena berharap cara tersebut dapat membantu meredakan demam. Meski demikian, belum ada kepastian medis yang menunjukkan bahwa pemberian telur tersebut menjadi penyebab kondisi kesehatan bayi memburuk.

Sebelum mendapatkan perawatan di RSUD Dr. Soetomo, bayi A dilaporkan telah dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk memperoleh pertolongan. Kondisinya kemudian memburuk sehingga memerlukan penanganan lanjutan, termasuk tindakan operasi, sebelum dirawat secara intensif di NICU.

Baca Juga: Tak Ada Boneka Peraga, Ayah di Vietnam Pakai Kucing untuk Ajari Putrinya Memandikan Bayi

Bayi tersebut menjalani perawatan intensif selama tiga hari.

Namun, upaya penanganan medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya. Kabar meninggalnya A kemudian disampaikan oleh Calista melalui media sosial, setelah sebelumnya ia membagikan informasi mengenai kondisi kesehatan keponakannya.

RSUD Dr. Soetomo membenarkan kabar meninggalnya bayi tersebut dan menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga.

Sementara itu, penyebab medis kematian bayi A belum dijelaskan secara terperinci dalam informasi yang tersedia untuk publik.

Peristiwa ini kembali mengingatkan masyarakat tentang pentingnya memperhatikan keamanan asupan bagi bayi, terutama yang baru lahir. Bayi berusia di bawah enam bulan pada umumnya dianjurkan hanya menerima ASI atau susu formula yang sesuai. 
Pemberian makanan maupun bahan lain perlu dilakukan berdasarkan arahan tenaga kesehatan.

Baca Juga: Tangisan Subuh Bawa Warga ke Semak-semak, Bayi Laki-laki Ditemukan dalam Tas di Semin Gunungkidul

Pihak keluarga menyebut telah menindaklanjuti persoalan tersebut, meskipun belum menjelaskan secara terperinci langkah yang diambil. Hingga terdapat keterangan medis atau hasil pemeriksaan resmi, dugaan hubungan antara pemberian telur mentah dan meninggalnya bayi A perlu disikapi secara hati-hati agar tidak menimbulkan kesimpulan yang belum terverifikasi.

(Frencia Keliat)

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
bayi meninggal telur mentah dirawat intensif Neonatal Intensive Care Unit. RSUD Dr Soetomo