RADAR MALIOBORO – Menangis adalah tindakan sederhana yang sering kali dianggap hanya sebagai reaksi terhadap kesedihan, namun sejatinya menangis memiliki aspek yang lebih kompleks.
Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa menangis bukan hanya tanda kesedihan, tetapi juga alat ekspresi emosi yang dapat membantu orang melepaskan beban emosional mereka.
Aktivitas menangis dianggap sebagai bentuk komunikasi emosional yang kuat.
Air mata menjadi sebuah bahasa yang universal yang tidak hanya menandakan sebuah kesedihan, namun juga kebahagiaan, kelegaan, frustasi hingga kelelahan emosi.
Melalui aktivitas alami ini seseorang dapat dengan efektif menyampaikan perasaan yang mungkin sangat sulit jika diungkapkan.
Kegiatan menangis yang merupakan salah satu cara untuk melepaskan stres dan emosi, namun, beberapa orang lebih memilih menahan tangis mereka karena tidak ingin menunjukkan kelemahan mereka atau tidak ingin membebani orang lain dengan masalah mereka.
Masalahnya ini akan berberdampak buruk pada kesehatan, seperti contohnya orang yang menahan diri untuk tidak menangis emosional stressnya akan meningkat, gangguan kesehatan mental dan fisik, hingga masalah pengendalian emosi yang buruk.
Diharapkan dengan pemahaman sederhana tentang peran mengangis dapat dijadikan sebagai media eskpresi emosi ini dapat mengurangi stigma seputar “menangis tandanya lemah” dapat berngasur-angsur tergeser.
Dengan begitu memungkinkan siapaun untuk mulai lebih terbuka atas emosi mereka sendiri dan orang lain.
Editor : Bahana.