Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Yuk Intip Alasan Kenapa Kita Harus Kerja 40 Jam Setiap Minggunya, Bagaimana Sejarahnya?

Trimina Klara • Senin, 4 Desember 2023 | 00:42 WIB
Photo
Photo

RADAR MALIOBORO – Dalam era dimana saat sekarang keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan peribadi semakin dihargai, banyak karyawan yang telah beradaptasi denga aturan jam kerja 40 jam/minggu ini.

Namun sebenarnya ada pendapat lain mengenai aturan kerja ini.

Ada sebuah studi menunjukkan bahwa kita cukup bekerja delapan jam seminggu untuk mendapatkan manfaatnya.

Di tahun 1929, ekonom inggris John Maynard Keynes memperkirakan kemajuan teknologi nantinya dapat mempersingkat jam kerja manusia hingga menjadi 15 jam/ minggu.

Ini juga telah disebutkan sekitar lebih dari 23 tahun silam oleh Erik Rauch yang merpakan seorang ahli biofisika dan teknologi teoritis di MIT.

Ia mengemukakan gagasan serupa yang dimana mengatakan bahwa kita dapat menyelesaikan semua tugas yang biasa kita lakukan selama delapan jam setiap hari hanya dengan waktu sebelas jam setiap minggunya.

Disisi lain pasti kita sangat familiar dengan ungkapan "berangkat sebelum matahari terbit, pulang sesudah matahari terbenam" ungkaan tersebut menggambarkan bagaimana keadaan pekerja pabrik di masa lalu.

Bahkan parahnya lagi jika mereka mengambil cuti satu hari saja, maka mereka akan bekerja lebih dari 70 jam seminggu.

Kabar baiknya dengan adanya aksi buruh pada abad ke- 19 membuat penurunan total jam kerja menjadi 60 jam seminggu.

Namun sejatinya bekerja dalam 10 jam sehari tidak mampu meningkatkan produktivitas pekerja tersebut.

Akhirnya, pada tahun 1940 Amerika Serikat kembali menetapkan aturan kerja menjadi 40 jam/seminggu.

Namun, sebenarnya ide ini pertama kali diusulkan oleh Henry Ford pada tahun 1920-an, dan berbagai eksperimen juga telah menunjukkan bahwa bekerja empat hari seminggu meningkatkan kebahagiaan pekerja, yang pada gilirannya meningkatkan kinerja mereka.

Dengan begitu keseimbangan antara hidup dan kerja tidak hanya memberikan manfaat bagi 

Editor : Bahana.
#pekerjaan