JOGJA - Komposisi terkait produk yang dijadikan objek foto dan komposisi frame secara umum masih jadi kendala yang dihadapi para fotografer pemula dalam melakukan foto desain produk.
Tenaga ahli Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) Jogjakarta yang juga praktisi desain produk, Tosan Tri Putro, mengatakan, kendala yang dihadapi para fotografer atau konten kreator yang baru memulai umumnya adalah soal teknis.
Selain itu, pengetahuan komposisi frame saat menata produk.
Baca Juga: Amerika Serikat Melarang NVIDIA Jual Kartu Grafis ke Cina, Menteri Perdagangan Ancam Kontrol Ketat!
"Secara komposisi kadang masih kurang simetris dan kurang berani eksplorasi," katanya dalam sesi workshop foto desain produk di Gedung PDIN Jogjakarta, Selasa (5/12).
Tosan mengungkapkan, kendala atau tantangan tersebut biasanya terjadi karena kurangnya pemahaman atau jam terbang produksi. Ditambah lagi, adanya patokan teknis yang amat baku.
Disebutnya, penting sekali bagi seorang kreator atau fotografer untuk mau dan berani eksplorasi guna menciptakan komposisi fotografi yang lebih dinamis. Akhirnya, menunjukkan ciri khas sang kreator.
"Harus eksplorasi, dari segi lighting, angle, hingga teknik pengambilannya," sambungnya.
Ia menjelaskan, secara umum foto produk terbagi atas dua jenis. Yakni, foto produk yang berdiri sendiri dan foto produk yang dibantu oleh model atau manusia sebagai media bantu peraga.
Dalam prosesnya, kedua jenis foto produk tersebut membutuhkan pendekatan dan eksekusi yang berbeda. Dalam foto produk dengan model, nilai estetika dan art bisa lebih ditonjolkan.
Sementara untuk foto produk yang berdiri sendiri, lebih menekankan pada hasil foto yang lebih jelas dan detail.
Selain itu, secara peruntukan dalam foto produk terbagi atas karya yang sifatnya art dan komersial. Dua hal tersebut memiliki proses kreatif dan eksekusi yang berbeda.
Baca Juga: Flashmob Dukungan Ganjar-Mahfud Dianggap Netizen Masih Terlalu Kaku, Benarkah?
"Foto produk tanpa model harus detail, agar produknya jelas dipahami audience. Tidak sekadar indah, tapi harus jelas," paparnya.
Sementara itu, salah seorang peserta workshop Siti Rosidatul Ifada mengungkapkan, ingin belajar lebih terkait desain dan komposisi foto produk karena bisa menunjang kuliahnya.
"Kebetulan ada kuliah desain produk dan fotografi itu. Jadi, ini sangat membantu," tutur mahasiswa Ilmu Komunikasi UTY tersebut.
Selain itu, Ifada juga pernah memiliki brand dan melakukan sesi foto produk. Namun, ia mengaku masih banyak perlu belajar lebih baik dan eksploratif.
"Tadi setelah dapat materi langsung praktik. Jadi, lebih dalam belajarnya dan nanti kalau mau foto lagi lebih ngerti," tandasnya. (iza)
Editor : Amin Surachmad