Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Sakit Kepala Biasa Dengan Gejala COVID-19 Ternyata Beda. Apa Saja Gejalanya?

Adek Ridho Febriawan • Sabtu, 9 Desember 2023 | 02:45 WIB
Seorang perempuan terbaring sakit kepala. (website/lifepal)
Seorang perempuan terbaring sakit kepala. (website/lifepal)

 

RADAR JOGJA - Sakit kepala tidak melulu pertanda virus corona, terkadang gangguan tersebut berkaitan dengan strees, kurang tidur, pilek, sinusitis, dan alergi.

Akibat kemungkinan yang beragam, cenderung sulit untuk mengenali apakah sakit kepala disebabkan oleh infeksi virus corona, atau hanya sakit kepala biasa.

 

Merebaknya Covid-19 di Singapura dan Malaysia. Menjadi peringatan keras dan perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi paparan.

Kementerian Kesehatan mengimbau agar masyarakat lembali menerapkan protokol kesehatan. Di antaranya mengenakan masker ketika flu saat beraktivitas.

Gejala Covid-19 sendiri ditandai dengan rasa sakit sangat menyiksa, yang terkadang hanya dialami di satu sisi kepala seperti migrain.

  Baca Juga: Balai Bahasa Jogjakarta Terbitkan 97 Buk Kearifan Lokal, Kuatkan Literasi dan Minat Baca

 

Dilansir dari halodoc.com, berikut beberapa cara membedakan sakit kepala biasa dan sakit kepala akibat Covid-19;

 

Disertai dengan gejala lain

Perbedaan signifikan dari sakit kepala biasa dan gejala Covid-19 dapat dilihat dari perkembangan gejalanya.

 

Sakit kepala akibat virus corona akan ditandai dengan peradangan saraf yang memicu hilangnya indera perasa atau penciuman, dan masalah pada pencernaan, seperti kram perut, mual, serta menurunnya nafsu makan.

Baca Juga: Ketersediaan Bapok Aman tapi Harganya Tinggi

 

Berlangsung lebih dari tiga hari

Sakit kepala yang berlangsung lebih dari tiga hari dikeluhkan pada lebih dari 10 persen pengidap virus corona.

Segera konsultasi dengan dokter jika kamu mengalami sakit kepala atau nyeri otot dengan durasi lebih dari dua hari.

Gejala tersebut biasanya disertai dengan demam, batuk, atau sangat menggigil.

 

Sensasi rasa berdenyut

Selain sakit kepala parah, sakit kepala pada pengidap akan diikuti dengan sensasi berdenyut.

Akibatnya, pengidap sangat sulit berkonsentrasi pada pekerjaan atau hal-hal lain yang membutuhkan fokus.

Sakit kepala ini dinilai mirip dengan migrain, yang semakin memburuk ketika melakukan aktivitas membungkukkan badan.

 Baca Juga: Waspada, DIJ Punya Potensi Banjir Bandang

Tidak dapat disembuhkan dengan obat biasa

Jika sakit kepala biasa dapat langsung sembuh dengan mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, tidak dengan sakit kepala akibat infeksi virus corona.

Untuk pengidap, sakit kepala dapat diringankan dengan mengonsumsi obat OTC dan obat analgesik.

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#sakit kepala covid 19 #bedanya sakit kepala biasa dan karena covid 19 #sakit kepala #gejala sakit kepala biasa dan covid 19 #kesehatan #sakit kepala biasa