Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Dibuatkan Selter di Semarang, Dipersilahkan Adopsi Anjing Selundupan dari Cirebon

Syahaamah Fikria • Rabu, 10 Januari 2024 | 06:06 WIB
Kondisi anjing-anjing yang dibawa dalam truk dan diamankan di semarang
Kondisi anjing-anjing yang dibawa dalam truk dan diamankan di semarang

 

RADAR MALIOBORO - Ratusan ekor anjing yang dikirim dari Cirebon Jawa Barat ke Sragen saat ini ditempatkan di selter penampungan anjing sementara di Semarang.

Masyarakat yang mau mengadopsi anjing tersebut pun dipersilahkan.

 

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, untuk persoalan hukum kasus itu sudah tidak ada masalah.

 

Terlebih polisi telah menetapkan lima tersangka atas kasus pengiriman atau penyelundupan ratusan ekor anjing itu.

 

Salah satu tersangka adalah si pemesan, yang berasal dari Gemolong, Sragen.

 

Selanjutnya, pihak kepolisian saat ini berupaya menggandeng sejumlah pihak terkait. Khususnya untuk perawatan lanjutan anjing-anjing tersebut.

 

"Persoalan kedua berkaitan dengan penanganan sekitar 200 anjing yang sudah diselamatkan ini," kata Irwan, Selasa (9/1), dilansir Radar Solo dari Antara.

Dikatakan Irwan, ada opsi untuk mempersilakan masyarakat yang akan memeliharanya atau adopsi.

 

Di samping itu, ada opsi untuk menyiapkan tempat yang tersertifikasi dengan tenaga perawat yang tersertifikasi pula.

 

Diketahui, dari 226 ekor anjing yang diselundupkan untuk dibawa ke penjagalan itu, sebanyak 12 ekor dalam kondisi mati.

 

Ketua Animal Hope Shelter Indonesia, Christian Joshua Pale menuturkan, sebagian anjing yang telah diselamatkan dalam kondisi luka atau hamil.

"Yang terluka dan dalam kondisi hamil dirawat di sejumlah klinik hewan untuk mendapatkan pengobatan," kata dia.

 

Pemkot Semarang bersama Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) menerjunkan dokter hewan untuk melakukan pemeriksaan anjing-anjing selundupan tersebut.

 

Sub Koordinator Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Kota Semarang Irene Natalia Siahaan, menjelaskan kondisi shelter penampungan sementara sudah cukup baik.

 

Menurut dia anjing-anjing itu memang perlu dirawat dan dibersihkan agar terhindar dari virus.

 

"Kami lakukan cek kesehatan, pemberian injeksi vitamin, obat kutu, dan pengobatan karena ada yang terluka. Sejak penampungan pertama, kami sudah bantu melepas jerat tali di mulut dan leher," katanya.

Diakui Irene, banyak anjing yang mengalami malnutrisi.

 

Kemudian, ada anjing teridentifikasi penyakit cacing jantung. Tapi kondisinya sat ini sudah mati.

 

 

Editor : Heru Pratomo
#semarang #selter #cirebon #anjing