Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Dhaup Ageng Jadi Pelaksanaan Sabda Dalem PA X 7 Januari 2016 Lalu  

Winda Atika Ira Puspita • Kamis, 11 Januari 2024 | 02:43 WIB

 

 

Pelaksanaan dhaup ageng Pakualaman
Pelaksanaan dhaup ageng Pakualaman

RADAR MALIOBORO – Prosesi Dhaup Ageng Pakualaman menjadi wujud pelestarian dan pengembangan kebudayaan. Sesuai dengan sabda dalem pertama Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam X saat dilantik 7 Januari 2016 lalu. Sebagai pengembang kebudayaan melanjutkan kewajiban leluhur Mataram.

Pernikahan putera bungsu PA XBendara Pangeran Harya (BPH) Kusumo Kuntonugroho dan mempelai putri Laily Annisa Kusumastuti sarat dengan tradisi budaya Jawa. rangkaian kegiatan yang akan diadakan di dhaup ageng cukup panjang. Dengan membagi tiga praacara, dilakukan mulai dari adanya lamaran, silaturahmi yang sudah dilakukan Oktober 2023 lalu. Kemudian memasuki Januari memasuki acara pokok. Diawali dengan rangkaian kegiatan Wilujengan.

Termasuk saat ijab Kabul pada Rabu pagi (10/1) yang menggunakan bahasa Jawa. Akad berlangsung dengan khidmat dengan dimulai dari Tri Prabowo ayah dari Laily Annisa Kusumastuti yang menikahkan dengan menggunakan bahasa Jawa. Kemudian BPH Kusumo Kuntonugroho menjawab pun dengan menggunakan bahasa Jawa. "Maniro tampi nikahe Laily Annisa Kusumastuti binti Tri Prabowo kang kaaturake dhumateng maniro inggih Bendara Pangeran Haryo Kusumo Kuntonugroho bin Sampeyan Dalem Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam ingkang Jumeneng Kaping Sedoso kanthi mas kawin kasebat binayar kenceng," jawabnya. 

 

Kemudian kedua pengantin menjalani prosesi panggih mempertemukan dua mempelai laki-laki dan perempuan. “Setelah pertama putri yang bersangkutan terlebih dahulu sinengker sejak dua hari lalu," kata Pranatan Lampah-lampah Kanjeng Mas Tumenggung (KMT) Widyo Hadiprojo di Media Center Rabu siang (10/1). 

 Baca Juga: Jalankan Program Lingkungan Kampus Hijau, Unisa Jogjakarta Juga Libatkan Masyarakat Sekitar

Upacara panggih diawali oleh tarian Dirbolo Singkir. Ada empat peraga Dirbolo Singkir. Tarian khas kerajaan Pakualam yang hanya ditampilkan pada momen khusus di lingkungan Pakualaman. Penari perempuan diberi janur di sanggulnya. “Melalui simbol janur semoga penganten selamat dan melalui dirbolo singkir memohon kepada Tuhan agar disingkirkan yang ansir-ansir yang mengganggu," ujarnya. 

 

Kemudian upacara ranupada. Berasal dari dua kata yaitu ranu yang berarti air dan pada artinya kaki. Perlengkapan yang dipakai untuk ranupada terdiri dari gayung, bokor, baki, bunga sritaman dan telur. "Ini adegan ketika penganten perempuan mencuci kaki dinamai ranupada," jelasnya. 

 Baca Juga: Intip Makanan Resepsi Dhaup Ageng Pakualaman Hadirkan Menu Khusus untuk Para Tamu Undangan, Apa Saja?

Tim Pranatan Lampah-lampah Dhaup Ageng Nyi Mas Tumenggung Sestrorukmi menambahkan, prosesi upacara panggih meliputi pasrah sanggan kemudian pengantin laki-laki dan perempuan menuju Tratag KD Bangsal Sewatama disertai tampilan Durbala Singkir. Diikuti dua pasang abdi dalem pembawa kembar mayang. "Prosesi selanjutnya adalah balangan gantal, ngranupada, mecah tigan, sungkeman," jelasnya.  

 

Dalam prosesi panggih turut dilaksanakan prosesi pasrah Sanggan Sanggan atau disebut pula sanggan pamethuk

Sedangkan Balangan Gantal Gantal lintingan daun sirih diikat dengan benang lawe berwarna putih’ sejumlah tujuh. Empat dilempar oleh pengantin laki-laki, tiga dilempar oleh pengantin perempuan. Dengan kelengkapan jambe, gambir, tembakau dan injet dalam satu wadah. 

 Baca Juga: Jadi TPS Khusus, Baru 150 Mahasiswa UMY Urus Pindah Pemilih

Dalam panggih tersebut turut dilakukan Ngranupada yang berarti mencuci kaki. Menunjukkan bakti seorang istri kepada suami. Dilanjutkan Mecah Tigan, menunjukkan adanya warna putih dan merah, yang melambangkan bercampurnya wiji kakung dan wiji putri yang kelak melahirkan anak dan cucu. 

 

Busana yang dikenakan pada saat panggih bagi pengantin adalah dodot atau kampuh batik motif Indra Widagda Wariga Adi. 

 

Dalam kain batik motif Indra Widagda Wariga Adi termuat motif Indra Widagda dipadukan dengan motif Semen Kidang yang memuat harapan agar ajaran yang telah diperoleh dari orang tua dan para sesepuh dapat dijadikan pegangan hidup, sehingga mereka mampu berkelana dengan tangkas di belantara kehidupan. 

 Baca Juga: Bazar Flofaa Tampilkan Tanaman Hias Unik di Galeria Mall

Setelah panggih, diteruskan dengan Pahargyan atau resepsi hari pertama. Resepsi hari pertama dihadiri oleh sejumlah tamu undangan VVIP dan VIP. Adapun busana yang dikenakan oleh pengantin pada saat Pahargyan hari pertama sama dengan busana panggih yaitu dodot atau kampuh batik motif Indra Widagda Wariga Adi. 

 

Pada kesempatan ini para tamu disuguhi dua beksan ‘tari’, yakni Bedhaya Sidamukti dan Bedhaya Kakung Indrawidagda. Sementara Bedhaya Sidamukti dicipta khusus dalam rangka menyambut pernikahan putra kedua KGPAA Paku Alam X. 

 

Para tamu yang datang pun merasa beruntug. Seperti Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD yang mengaku bersyukur bisa menyaksikan sebuah pernikahan di lingkungan Kadipaten Pakualaman. 

Baca Juga: Kematian Ibu dan Anak di Bantul Turun dari Tahun 2022

"Saya beruntung bisa hadir di acara yang bernuansa tradisi adiluhung, satu pernikahan yang mencampurkan antara tradisi yang sangat indah dicampurkan dengan hukum Islam," ujar calon wakil presiden tersebut. 

 

Calon presiden Anies Baswedan yang hadir bersama istri pun mengatakan, “Ini sebuah pernikahan agung yang mencerminkan tingginya nilai budaya Jawa yang ada di seluruh rangkaian prosesi pernikahan hingga resepsinya."

Menurut dia, seluruh prosesi yang dilaksanakan pada acara Dhaup Ageng Pakualaman bernuansa tradisi adat dan budaya. tradisi yang harus dijaga, dikembangkan dan dilestarikan. Tidak hanya untuk keluarga di lingkungan kerajaan melainkan juga masyarakat umum. ‘"Kami semua merasakan luhurnya adat budaya dan ini satu tradisi yang harus dijaga, dikembangkan,” pesannya. (wia/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#Dhaup Ageng #Pakualaman #PA X