Fenomena ini menarik perhatian para ahli psikologi cinta, yang mencoba memahami motif tren ini dan bagaimana pengaruhnya terhadap dinamika hubungan.
Sebuah penelitian di University of Toronto menemukan bahwa orang cenderung berkencan dengan orang yang mirip dengan mantannya.
Penelitian serupa juga dilakukan oleh Michigan State University, AS, menunjukkan bahwa wanita dan pria dewasa cenderung menyukai profil pasangan baru yang memiliki karakteristik serupa dengan mantan pasangannya.
Menurut Psychology Today, fenomena ini disebut transferensi, yaitu suatu kondisi di mana seseorang memanipulasi emosinya karena keakraban atau kenyamanan yang ia rasakan terhadap seseorang di masa lalu.
Misalnya mencari pasangan baru yang selera humor atau minatnya tidak jauh berbeda dengan mantan.
Namun, peneliti berpendapat bahwa hal ini juga dipengaruhi oleh faktor pasif seperti berada di lingkungan yang sama sehingga menemukan pasangan baru dengan kepribadian yang mirip dengan mantan.
Seiring dengan semakin berkembangnya pemahaman tentang psikologi cinta, fenomena menemukan pasangan baru yang menyerupai kekasih lama tetap menjadi bidang penelitian yang sangat menarik.
Namun, keragaman dan kompleksitas hubungan antarmanusia masih menjadi bagian tak terpisahkan dari kisah cinta tanpa batas.
Editor : Bahana.