Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Antara Kenikmatan dan Kesehatan: Detil Proses Pencernaan Saat Menyeduh Kopi Pagi yang Mengguncang Sistem Tubuh!

Cici Jusnia • Senin, 12 Februari 2024 | 22:38 WIB
ilustrasi kopi. Sumber foto: Freepik
ilustrasi kopi. Sumber foto: Freepik

RADAR MALIOBORO - Mengonsumsi kopi di pagi hari menjadi rutinitas bagi banyak orang di seluruh dunia. Selain memberikan stimulus untuk meningkatkan energi, kopi juga dapat memicu reaksi pada sistem pencernaan, mulai dari perut mulas hingga keinginan untuk Buang Air Besar (BAB).

Ketika seseorang tertidur, fungsi pencernaan melambat, dan saat bangun, hal pertama yang dikonsumsi akan mengaktifkan sistem pencernaan.

Minum kopi diketahui dapat langsung merangsang usus, memulai gerakan peristaltik yang merupakan kontraksi dan relaksasi otot dalam sistem pencernaan.

Ahli gastroenterologi terkemuka, Andrew Boxer, menjelaskan bahwa kopi dapat menyebabkan BAB karena mengandung asam yang meningkatkan hormon gastrin.

Gastrin, hormon tersebut, memicu kontraksi otot tidak disengaja dalam perut, yang dikenal sebagai peristaltik, mendorong pergerakan makanan melalui usus besar.

"Kafein meningkatkan hormon gastrointestinal seperti Kolesistokinin (CCK), gastrin, dan motilin, meningkatkan motilitas usus dan membantu kontraksi otot polos," kata Boxer dikutip dari EatingWell pada Senin (12/2).

Meskipun demikian, waktu minum kopi juga perlu diperhatikan karena sistem pencernaan lebih sensitif pada waktu-waktu tertentu.

Journal of Clinical Gastroenterology menyatakan bahwa aktivitas sistem pencernaan meningkat di pagi hari karena peralihan dari ritme sirkadian ke kewaspadaan.

Jenis kopi juga dapat mempengaruhi pergerakan usus. Beberapa faktor yang memengaruhi antara lain:

1. Kafein vs Tanpa Kafein: Meskipun kafein bukan satu-satunya komponen yang meningkatkan keinginan untuk buang air besar, kafein tetap menjadi faktor utama.

Dokter Danielle Kelvas mengungkapkan bahwa kafein merangsang otot-otot dalam sistem pencernaan, termasuk usus besar, meningkatkan pergerakan tinja melalui usus dan menyebabkan BAB lebih sering.

Meskipun kopi tanpa kafein mengandung sedikit kafein, beberapa penelitian menunjukkan bahwa jenis kopi ini juga dapat merangsang sistem pencernaan.

2. Panas vs Dingin: Kopi panas yang mengandung kafein dan memiliki kekuatan minuman standar dapat memicu produksi hormon berlebih, menyebabkan kontraksi usus besar.

Sebaliknya, es kopi yang dihasilkan melalui perendaman bubuk kopi untuk menghasilkan minuman pekat juga dapat memengaruhi sistem pencernaan.

Asupan kafein berlebih juga dapat mempengaruhi tekanan darah, mengakibatkan vasokonstriksi, yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung kronis.

Oleh karena itu, batasan asupan kafein juga diperlukan, terutama pada kondisi kehamilan dan menyusui.

Dengan demikian, minum kopi bukan hanya sekadar kegiatan rutin di pagi hari, tetapi juga dapat memberikan dampak pada kesehatan sistem pencernaan.

Penting bagi individu untuk memperhatikan jenis kopi yang mereka konsumsi dan waktu minumnya agar dapat merasakan manfaat kopi tanpa memberikan beban tambahan pada sistem pencernaan.

Editor : Bahana.
#menyeduh #sistem #kopi #tubuh