Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Mengupil Ternyata Terkait Erat dengan Risiko Alzheimer, Kenali Mekanisme Neurologisnya!

Cici Jusnia • Jumat, 16 Februari 2024 | 22:47 WIB
ILUSTRASI: Mengupil. (Pexels)
ILUSTRASI: Mengupil. (Pexels)

RADAR MALIOBORO - Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh para peneliti di Western Sydney University, yang diterbitkan dalam jurnal Biomolecules pada tahun lalu, mengungkapkan bahwa orang yang sering mengupil memiliki risiko tinggi terkena penyakit Alzheimer.

Dilansir dari NY Post pada Jumat (16/2), studi ini menyatukan bukti kuat dari lusinan penelitian sebelumnya yang menyoroti mekanisme neurologis di balik penyakit neurodegeneratif.

Para peneliti menjelaskan bahwa peradangan saraf pada penyakit Alzheimer mungkin sebagian disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur patogen yang memasuki otak melalui hidung dan sistem penciuman.

Aktivitas mengupil hidung secara kronis, yang dikenal secara medis sebagai Rhinotillexomania, diyakini dapat memasukkan kuman ke dalam rongga hidung sensitif, menyebabkan peradangan di otak yang terkait dengan timbulnya penyakit Alzheimer.

Lebih dari 6 juta orang saat ini hidup dengan penyakit neurodegeneratif, terutama menyerang mereka yang berusia 65 tahun ke atas.

Meskipun para ilmuwan belum yakin secara pasti apa yang menyebabkan penyakit Alzheimer, penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara aktivitas mengupil dan risiko terkena penyakit tersebut.

Di otak pasien Alzheimer, para peneliti telah mengamati penumpukan protein yang disebut Tau, yang memiliki hubungan dengan respons imun tubuh.

Mereka meyakini bahwa stres pada tubuh dalam bentuk peradangan dapat menyebabkan berbagai penyakit neurodegeneratif, termasuk Alzheimer.

Studi ini menekankan bahwa perubahan lingkungan di hidung yang disebabkan oleh pertumbuhan kuman yang berlebihan dapat menjadi sumber infeksi otak yang kronis dan ringan.

Infeksi semacam ini dapat muncul tanpa gejala di luar, namun menyebabkan peradangan di bawah permukaan, meninggalkan plak protein berbahaya yang berkontribusi pada perkembangan penyakit Alzheimer.

Berbagai patogen umum, seperti bakteri penyebab pneumonia, virus herpes, virus corona, dan parasit Toxoplasma gondii yang berasal dari kucing, telah ditemukan di otak penderita Alzheimer.

Oleh karena itu, para peneliti menganjurkan pentingnya mencuci tangan secara teratur sebagai langkah pencegahan.

Mereka menyarankan bahwa mencuci tangan harus menjadi prosedur kebersihan rutin yang wajib bagi mereka yang sering mengupil atau menderita Rhinotillexomania.

Sebagai pembelajaran dari pandemi COVID-19, penelitian ini menekankan pentingnya kebersihan tangan melalui seringnya mencuci tangan dan penggunaan hand sanitizer sebagai langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil untuk mengurangi risiko penyakit neurodegeneratif.

 
 
Editor : Bahana.
#penyakit #Mengupil #alzheimer