RADAR MALIOBORO - Di tengah musim penghujan dengan udara dingin, banyak orang sering merasakan keinginan makan yang tiba-tiba.
Fenomena ini, meskipun umum, masih menimbulkan pertanyaan besar bagi sebagian orang. Public Health University of Queensland telah memberikan penjelasan mengenai tiga hal yang terjadi pada tubuh saat udara dingin melanda.
- Tubuh Menyimpan Panas
Ketika suhu eksternal menurun, tubuh secara otomatis mengaktifkan mekanisme penyimpanan dan produksi panas untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil.
Organ-organ internal menjadi tempat pengalihan energi yang disimpan untuk memastikan fungsi tubuh optimal. Untuk menghasilkan panas tambahan, tubuh juga melakukan aktivitas seperti menggigil, yang membutuhkan konsumsi energi ekstra.
Sebagai respons terhadap hal ini, tubuh mencari sumber energi tambahan melalui asupan kalori dari makanan yang dikonsumsi.
- Suhu Tubuh Hangat Saat Mengonsumsi Makanan
Proses pencernaan makanan memerlukan penggunaan energi yang signifikan. Ketika seseorang mengonsumsi makanan, tubuh melakukan serangkaian proses seperti mencerna, menyerap, dan mengolah nutrisi.
Proses ini menghasilkan panas di dalam tubuh, yang menyebabkan peningkatan suhu tubuh yang dikenal sebagai 'termogenesis yang diinduksi oleh diet'.
- Penurunan Neurotransmitter - Serotonin
Penyebab utama rasa lapar yang lebih sering terjadi selama musim dingin adalah tingginya produksi serotonin dalam tubuh.
Serotonin, sebagai neurotransmitter, memiliki peran kunci dalam mengatur mood, nafsu makan, dan pola tidur. Kadar serotonin yang rendah dapat menyebabkan peningkatan rasa lapar dan penurunan sensasi kenyang setelah makan.
Inilah yang mungkin membuat kita merasa lebih sering lapar dan kurang puas saat mengonsumsi makanan.
Dengan demikian, saat udara dingin terjadi, tubuh merespons dengan merangsang peningkatan nafsu makan.
Proses pencernaan makanan menghasilkan panas internal, yang secara langsung meningkatkan suhu tubuh atau membuat tubuh terasa lebih hangat.
Selama musim dingin, tubuh bekerja lebih keras untuk menjaga suhu tubuh, menghabiskan lebih banyak energi untuk mempertahankan keseimbangan termal, yang pada akhirnya dapat meningkatkan keinginan untuk mengonsumsi makanan.
Meskipun demikian, disarankan untuk tidak menggunakan peningkatan nafsu makan sebagai alasan untuk mengonsumsi makanan secara berlebihan.
Terdapat cara alternatif yang efektif untuk menjaga tubuh tetap hangat, seperti mengenakan pakaian ekstra atau melakukan aktivitas fisik.
Hal ini dapat membantu mempertahankan suhu tubuh tanpa harus mengonsumsi kalori berlebihan.
Dengan demikian, memprioritaskan solusi-solusi ini mungkin lebih bermanfaat bagi kesehatan daripada menambah lapisan lemak tubuh dengan makanan berlebih.
Editor : Bahana.