RADAR JOGJA - Kita semua mengalami stres dalam kehidupan sehari-hari, baik itu disebabkan oleh masalah pekerjaan, sosial, keuangan, kesehatan, atau kombinasi dari semuanya.
Stres sendiri adalah respons tubuh terhadap situasi berbahaya, baik itu nyata maupun dirasakan, yang memicu reaksi kimia untuk mencegah cedera.
Meski dalam jangka pendek stres mungkin tidak menjadi masalah, jika dibiarkan, dapat berdampak signifikan pada kehidupan dan kesejahteraan seseorang.
Sebuah laporan dari Nuffield Health yang dilansir pada Jumat (16/2) memberikan wawasan tentang tanda-tanda stres yang sering kali tidak disadari oleh individu.
Dengan mengetahui gejala-gejala ini, seseorang dapat mengidentifikasi dan mengatasi stres lebih efektif.
-
Mudah Tersinggung: Tanda pertama seseorang mengalami stres adalah mudah tersinggung. Seseorang yang stres mungkin tidak menyadari bahwa dirinya sedang dalam kondisi ini karena stres dapat memengaruhi suasana hati yang sulit dikendalikan. Sistem saraf yang sangat responsif dan reseptor sensorik yang lebih sensitif terhadap rangsangan membuat segala sesuatu terasa lebih intens, menambah perasaan tertekan dan membuat reaktif.
-
Panik: Reaksi kimia yang dilepaskan selama stres meningkatkan detak jantung dan kecepatan pernapasan. Jika parah, hal ini dapat menyebabkan serangan panik dengan gejala seperti sesak napas dan kecemasan. Hiperventilasi, yang sering terjadi dalam situasi stres, dapat diatasi dengan menjauh dari situasi yang memicu stres.
-
Menjauh dari Lingkungan: Individu yang mengalami stres cenderung ingin ketenangan dan seringkali akan menjauh dari lingkungan sosial. Meskipun penarikan diri ini dapat memberikan sementara kenyamanan, ini juga dapat berdampak negatif pada kehidupan seseorang dan memperburuk keadaan.
-
Mudah Sakit: Stres memengaruhi kesehatan tubuh karena pelepasan hormon kortisol. Kortisol mengganggu sistem kekebalan tubuh, membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit dan infeksi.
-
Polap Makan Tidak Teratur: Stres dapat memengaruhi pola makan, dengan beberapa orang kehilangan nafsu makan dan yang lainnya makan berlebihan. Kondisi ini dipicu oleh hormon kortikotropin dan kortisol yang memengaruhi nafsu makan.
-
Hilangnya Hasrat Seksual: Hormon yang dilepaskan selama stres dapat mengganggu keseimbangan hormon dan jalur neurologis yang mempengaruhi hasrat seksual. Stres kronis dapat menyebabkan hilangnya libido.
-
Merasa Lelah: Stres memiliki efek fisiologis dengan melepaskan hormon yang meningkatkan detak jantung dan pernapasan. Kondisi ini dapat menyebabkan kelelahan konstan, terutama karena stres juga dapat menghambat tidur.
Untuk mengatasi stres, penting untuk mengenali tanda-tanda ini dan mencari dukungan jika diperlukan.
Terapi, olahraga, teknik relaksasi, dan perubahan gaya hidup dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.
Jangan biarkan stres mengendalikan hidup Anda, tetapi sebaliknya, hadapi dan atasi segera untuk hidup yang lebih sehat dan bahagia.
Editor : Bahana.