RADAR MALIOBORO - Penggunaan acne patch disebut jadi tren sejak tiga bulan terakhir. Peminatnya rata-rata adalah kalangan perempuan usia sekolah menengah atas hingga mahasiswa. Potensi market ini pun dimanfaatkan oleh Hanifa Nuaraini.
"Aku utamanya jualan skincare, acne patch ini karena momentumnya lagi banyak yang pakai. 90 persen pembelinya cewek," kata Hanifa yang menjual produknya berbasis online tersebut kemarin (1/3).
Hanifa sendiri tidak tahu pasti apa yang menyebabkan acne patch jadi tren di Indonesia. Namun dia memperkirakan bahwa salah satu faktornya adalah karena mengambil referensi dari beberapa public figure dan tontonan dari luar negeri, salah satunya adalah Korea.
"Saya sendiri tahunya pertama kali pas nonton drama Korea, nggak tahu pasti ya apa yang bikin itu viral," tuturnya.
Dia sendiri juga tak mempermasalahkan bahwa banyak orang yang sejatinya tidak memiliki jerawat, namun tetap menggunakan acne patch. "Ada temenku yang dia beli karena tren, padahal nggak jerawatan juga, tapi itu kan menguntungkan penjual juga," serunya.
Sebelum menjual acne patch, dia menyebtu telah menggunakannya terlebih dahulu. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa produk yang akan dijualnya memang bisa dipertanggungjawabkan.
"Sempat pake juga waktu itu, sekalian tes, secara umum sih emang bisa bantu jadi kering dan nggak ada efek samping kalo di aku," lontarnya.
Meski demikian, Hanifa pernah mendapat review dari konsumennya. Jika acne patch yang digunakan tidak memiliki efek. “Dari customer memang beda-beda efeknya, tergantung kulit juga. Kalau jerawat parah ya rekomendasi tetep ke dokter," sarannya.
Perihal harga, Hanifa hanya mematok dari Rp 10 ribu hingga Rp 25 ribu. Menyesuaikan bentuk dan ukuran. "Aku jual per strap, ada yang isi 12 dan kelipatannya," lanjutnya.
Sejauh ini, dia sendiri banyak mengambil produk dari daerah Surabaya dan Jabodetabek. Serta ada beberapa reseller yang bekerja sama dengannya di Jogjakarta. Saat ramai, dalam sehari Hanifa bisa menjual hingga 120 strap. Namun karena saat ini banyak yang ikut menjual acne patch, disebutnya penjualan turun. "Sekarang sekitar 20-30 strap (per hari, Red)," tandasnya. (iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova