Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Dokter Gizi Klinis Asal Surabaya Beberkan Penyebab Perut Masih Kenyang saat Sahur

Marsa Andiny Putri • Selasa, 12 Maret 2024 | 01:28 WIB
Sahur bersama merupakan salah satu cara mengajarkan anak untuk berpuasa selama Ramadhan.
Sahur bersama merupakan salah satu cara mengajarkan anak untuk berpuasa selama Ramadhan.

RADAR MALIOBORO - Ada yang mau melewatkan sahur saat puasa? Tunggu sebentar. Patut Anda perhatikan postingan SpGK dari Dr. Christina Rusli dari Surabaya.

Dokter yang bekerja di RS Nasional Surabaya mengatakan, penyebab rasa kenyang tersebut harus diisolasi. Pertama, bisa jadi karena penyakit. Lalu yang kedua adalah makan sebelum tidur itu melelahkan.

Kalau penyakit, kata Christina, sebaiknya periksakan ke dokter. Menurutnya, hal itu harus segera diperiksa dan diobati agar bisa cepat dan nyaman.

"Untuk makan secara berlebihan sebelum tidur, berisiko mengakibatkan rasa kenyang saat sahur sehingga mungkin akan melewatkan waktu makan sahur," terang Christina Rusli. 

Alumnus Hang Tuah University Surabaya itu menyatakan, baik atau tidaknya melewatkan makan sahur akan bergantung dari kondisi masing-masing orang ketika menjalankan puasanya. Dia menilai, pada orang sehat dengan kondisi tidak makan sahur, maka waktu puasa sesorang akan semakin panjang.

"Tidak semua orang kuat menjalankan waktu puasa yang lebih panjang tersebut, yang dapat berakibat timbul rasa lapar yang lebih saat siang harinya dan mungkin disertai rasa lemas/pusing karena kadar gula darah yang menurun," terangnya.

Namun Christina tetap mengatakan jika badan sehat dan kuat, maka boleh berpuasa dengan satu kali makan. “Ada baiknya jika sebelumnya makan besar dan nutrisi harian tubuh tercukupi dengan baik,” ujarnya.

Ia mengatakan, jika pola makan sehari-hari tidak terpenuhi, berisiko menyebabkan malnutrisi dan gizi buruk pada tubuh. “Dan jika berlangsung lama akan berdampak buruk bagi tubuh,” jelasnya.

Untuk memenuhi nutrisi harian dengan baik, Christina menegaskan bahwa tentunya seseorang harus mengkonsumsi makanan dengan memperhatikan kecukupan secara kalori, makronutrisi (karbohidrat, protein, dan lemak), dan mikronutrisi (vitamin dan mineral).

Menurutnya, terkadang sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari dalam satu kali makan, karena porsi yang dikonsumsi akan sangat banyak."Untuk menghindari kekurangan gizi, sebaiknya diisi dengan makan 2 kali makan besar (buka puasa dan sahur) atau bahkan 3 kali makan besar bila perlu (buka puasa, tarawih, dan sahur)," ujarnya. {}

Editor : Iwa Ikhwanudin
#sahur #puasa #ramadhan