RADAR MALIOBORO - Banyak orang mengalami berat badan yang tidak berubah meski sudah melakukan diet dan olahraga.
Berikut beberapa penyebab mengapa berat badan bisa stagnan meski sedang diet:
Kekurangan kalori
Salah satu penyebab utama berat badan stagnan adalah karena kurangnya asupan kalori .
Sekalipun Anda mengurangi ukuran porsi, asupan kalori Anda tetap terlalu tinggi dan berat badan Anda tidak akan turun.
Metabolisme yang lambat
Metabolisme yang lambat dapat menyulitkan tubuh untuk membakar kalori secara efektif, sehingga menyebabkan retensi berat badan.
Metabolisme dapat dipengaruhi oleh faktor genetik, usia, dan tingkat aktivitas fisik.
Kurangnya aktivitas fisik
Meskipun Anda sedang berdiet, kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan berat badan Anda stagnan.
Olahraga membantu membakar kalori dan meningkatkan metabolisme.
Retensi air
Faktor-faktor tertentu seperti asupan garam yang tinggi atau perubahan hormonal dapat menyebabkan tubuh menahan lebih banyak air, yang dapat menyebabkan penambahan berat badan meskipun lemak tubuh tetap sama.
Baca Juga: Peminat Mudik Gratis Sepeda Motor dari Terminal Tirtonadi Solo Cenderung Menurun
Tidak Konsisten Konsistensi dalam pola makan dan olah raga itu penting.
Jika Anda sering melanggar aturan diet atau berolahraga tidak teratur, berat badan mungkin akan sulit turun.
Stres dan kurang tidur
Stres dan kurang tidur dapat mempengaruhi hormon dalam tubuh yang selanjutnya mempengaruhi berat badan.
Hormon stres, seperti kortisol, dapat meningkatkan nafsu makan dan menyebabkan penumpukan lemak di sekitar perut.
Jika berat badan Anda tidak berubah meski sudah berdiet, penting untuk mengevaluasi kembali pola makan dan kebiasaan aktivitas fisik Anda.
Konsultasikan dengan ahli gizi atau pelatih kebugaran untuk membantu Anda menyesuaikan program diet dan olahraga berdasarkan kebutuhan tubuh Anda.
Editor : Bahana.