Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Sering Gamon? Trik Cepat Move On dari Mantan Pacar atau Gebetan yang Patut Dicoba

Adinda Ayu Farhani • Kamis, 30 Mei 2024 - 18:48 WIB
Ilustrasi patah hati sulit move on.
Ilustrasi patah hati sulit move on.


RADAR MALIOBORO – Putus cinta atau berpisah dengan seseorang yang disayang bukanlah hal yang mudah.

Bagi sebagian orang, putus dengan mantan pacar atau gebetan mungkin terasa begitu sulit hingga membutuhkan waktu yang lama untuk melupakan.


Apakah Anda salah satu orang yang sering merasa sulit untuk melangkah maju atau masih terkurung dalam kenangan masa lalu?

Apakah Anda masih merasa tersesat setelah putus dengan pacar atau mengakhiri hubungan tanpa status?

Jangan khawatir, ada banyak cara efektif membantu bangkit dari masa lalu dan melanjutkan hidup.


Enam cara cepat melupakan mantan pacar dan gebetan ini patut dicoba.

Terutama bagi mereka yang sering merasa gamon (gagal move on) dan kesulitan move on.

Yuk simak tips berikut ini!

1. Membiarkan diri bersedih


Berusaha melupakan perpisahan dan berpura-pura tidak pernah terjadi hanya akan menunda proses penyembuhan.

Psikolog klinis dan peneliti dr Antonio Pascual-Leone menyarankan cara menghadapi akhir suatu hubungan dengan berfokus pada perasaan tidak menyenangkan seperti kesedihan, kehampaan, dan kesepian daripada menghindarinya.

"Saat Anda menghindari masalah, tidak ada yang bisa berubah," jelas dr. Pascual-Leone.

Baca Juga: Linda Blak-blakan Bongkar Kasus Vina Cirebon, Akui Tak Dekat Dengan Vina, Pegi Setiawan dan Pelaku Lainnya


Meskipun lamanya proses penyembuhan bervariasi dari orang ke orang, dr Pascual-Leone mencatat bahwa jumlah langkah yang diperlukan untuk bergerak maju dengan cepat adalah sama, dan langkah pertama adalah selalu membiarkan diri merasakan semua perasaan tersebut.

Anda harus melewati badai untuk memahami apa yang Anda rasakan dan mengapa Anda merasakannya.

Anda juga tidak akan menekan atau menahan emosi dalam jangka panjang jika Anda membiarkan diri Anda benar-benar merasakannya.

2. Tentukan apa yang Anda butuhkan dari suatu hubungan tersebut


Saat Anda merasakan semua emosi yang datang dengan berakhirnya suatu hubungan, mulai dari rasa sakit, sakit hati, kesedihan hingga kesepian.

Manfaatkan kesempatan ini untuk mencari tahu apa yang Anda butuhkan.


Apa yang Anda harapkan dari suatu hubungan?

Apakah Anda ingin merasa dihargai, dicintai, atau penting? dr Pascual-Leone mengatakan bahwa perubahan dan penyembuhan dimulai ketika Anda menuliskan apa yang benar-benar Anda butuhkan, meskipun Anda belum merasa benar akan hal itu.


Meskipun Anda tidak ingin putus, hubungan berakhir karena alasan tertentu dan kebutuhan Anda tidak terpenuhi (meskipun kebutuhan tersebut adalah dukungan atau kesetiaan tanpa syarat).

Luangkan waktu sejenak untuk memikirkan apa yang Anda cari dalam suatu hubungan.


Lalu pikirkan bagaimana Anda bisa mulai memberikan hal-hal ini kepada diri Anda sendiri.

Bagaimana Anda bisa merasa dihargai, didukung, atau dicintai tanpa syarat?


Perpisahan dapat memberi kita wawasan mendalam tentang kebutuhan terdalam kita yang mungkin tidak kita sadari.

Jadi gunakan periode ini untuk mengevaluasi kembali apa yang sebenarnya Anda butuhkan dari hubungan Anda sehingga Anda tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Tapi yang terpenting, hubungan dengan diri sendiri.

3. Temukan Kembali Dirimu


Ternyata salah satu alasan perpisahan begitu sulit bukan karena kita merindukan orang tersebut, tapi karena kita merindukan siapa diri kita bersama orang tersebut atau apa yang bisa kita capai bersama dengan mantan.


"Penelitian menunjukkan bahwa putus cinta membuat Anda mengalami kehilangan diri sendiri," jelas dr Gary Lewandowski Jr., seorang penulis “Stronger Than You Think” dan seorang profesor psikologi, dalam Ted Talk-nya yang berjudul Break-Ups Don’t Have to Leave You Broken.


Saat Anda kehilangan suatu hubungan, Anda kehilangan sebagian dari diri Anda sebagai pribadi ikut hilang.

Jadi bagaimana Anda melunakkan pukulan dari putus cinta yang sulit? Gunakan momen ini sebagai kesempatan untuk menemukan kembali diri Anda.


Dr Lewandowski Jr mendefinisikan menemukan diri kembali, sebagai "mencari kembali hal-hal yang mungkin telah Anda korbankan atau kurangi saat Anda berada dalam hubungan itu".

Pikirkan tentang hobi, persahabatan, atau bahkan film/lagu/buku yang Anda nikmati tetapi Anda abaikan saat Anda dalam menjalani hubungan itu.


Mungkin sesederhana itu: Anda suka sushi dan pasangan Anda tidak suka ikan mentah, atau Anda menyukai fiksi ilmiah sementara pasangan Anda selalu ingin menonton komedi.

Dr Lewandowski Jr menyarankan bahwa fokus pada diri sendiri dan menemukan kembali siapa diri Anda dapat mempercepat proses penyesuaian karena Anda tidak lagi merasa kehilangan diri sendiri.

4. Berhentilah mencari jawaban


Sekalipun mengetahui alasan putusnya hubungan, kita sering kali membuat cerita di benak kita tentang alasan alternatif, apa yang bisa terjadi, atau apa yang bisa kita lakukan secara berbeda.


Orang yang dalam proses move on bisa kecanduan memutar kembali kenangan hubungan mereka berulang kali dalam pikiran mereka, untuk mencari dimana letak kesalahan terjadi.

"Studi otak telah menunjukkan bahwa kehilangan cinta dan hubungan romantis dapat mengaktifkan mekanisme yang sama dalam otak kita, yang diaktifkan ketika seorang pecandu berhenti dari zat seperti kokain atau opioid," jelas Guy Winch, seorang psikolog dan pembicara, dalam Ted Talk-nya yang berjudul How to Fix a Broken Heart.

Baca Juga: Mirip dengan Sungai Aare Swiss! Ini Dia Wisata Taman Badegolan Kebumen yang Viral, Dijamin Bikin Terpana!


Anda mencari jawaban karena Anda mencoba mempertahankan hubungan karena kecanduan, bukan karena penjelasan akan membantu Anda mengatasinya.

“Tidak ada penjelasan yang akan terasa memuaskan,” kata Winnie.

Dia menyarankan untuk bersedia melepaskan dan menerima bahwa semuanya sudah berakhir.

5. Lepaskan kenangan masa lalu


Saat kita mengingat kembali hubungan masa lalu, sangat umum untuk hanya mengingat kenangan indah, tetapi melihat mantan Anda dengan cara yang sama seperti sebelum putus tidak akan membantu Anda melupakannya.


Setelah putus cinta, kita sering mengidealkan orang yang menyakiti kita atau membuat kita tidak bahagia dan melupakan hal-hal negatif tentang dia atau hubungannya.

Winch menyarankan kliennya untuk membuat daftar semua hal yang salah dengan mantannya, termasuk sifat negatif, kebiasaan menjengkelkan, dan perselisihan yang belum terselesaikan.


Kemudian, kembali ke daftar tersebut setiap kali rasa nostalgia, penyesalan, atau kesepian muncul.

“Pikiran Anda akan mencoba memberitahu Anda bahwa mereka sempurna, tapi sebenarnya tidak, begitu juga hubungannya,” kata Winch.

Jika Anda ingin melupakan mereka, Anda harus sering mengingatkan diri sendiri tentang hal itu.

6. Isi kekosongan dalam diri Anda


Mungkin terdengar klise, namun kini kami telah mengidentifikasi kekosongan di hati Anda yang terluka, inilah saatnya untuk mengisinya.

Apa yang sebenarnya Anda lewatkan dalam suatu hubungan? Identifikasi cara untuk mengisi kesenjangan dengan cara lain.


Mungkin itu berarti Anda menelepon teman Anda dan berencana pergi keluar karena Anda membutuhkan seseorang untuk diajak jalan-jalan.

Mungkin Anda hanya menginginkan hubungan romantis dan siap mendaftar ke aplikasi kencan dan mulai berkencan.


Mungkin ada hubungannya dengan kehilangan diri sendiri pada hubungan masa lalu, jadi kamu fokus berkencan dan mengisi kekosonganmu untuk sementara.

Tidak peduli kekosongan apa yang perlu Anda isi dan bagaimana Anda melakukannya, cobalah keluar dari zona nyaman anda (keluar dari rumah).

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#cara efektif #gagal move on #melupakan #Gamon #putus cinta #gebetan #mantan pacar #tips #Melanjutkan #masa lalu #kenangan masa lalu #psikolog klinis #mengakhiri hubungan #hidup #bangkit #sulit move on