RADAR MALIOBORO - Sepeda merupakan alat transportasi manual yang ramah lingkungan.
Struktur dan bentuk sepeda yang semakin hari semakin bagus sengaja diciptakan untuk memaksimalkan penggunanya.
Meski sekilas tampak serupa, ternyata ada berbagai jenis sepeda sesuai dengan fungsinya.
Ada sepeda yang dirancang untuk mendukung kecepatan, daya tahan, efisiensi, dan ada juga untuk kepentingan atraksi.
Berikut jenis sepeda terpopuler berdasarkan kegunannya yang dihimpun Radar Jogja.
1. Sepeda Lipat
Jenis sepeda ini adalah salah satu jenis sepeda yang banyak digemari oleh orang-orang yang tinggal diperkotaan.
Selain karena ukuran yang ringaks, simpel dan bisa dilipat, dan juga mudah untuk disimpan serta tidak memakan banyak tempat.
Jenis sepeda ini juga memiliki bobot yang lebih ringan, sehingga mudah untuk dibawa kemana-mana.
Penggunanya sendiri lebih ditujukan untuk orang-orang perkotaan yang mempunyai mobilitas sangat tinggi, sehingga sepeda ini bisa dilipat dan bisa dimasukkan kedalam transportasi umum.
2. Sepeda Gunung atau MTB
Jenis Sepeda ini biasanya dikenal juga dengan nama mountain bike atau MTB.
Sesuai dari namanya jenis sepeda ini awalnya hanya dirancang untuk menaklukan area pegunungan.
Namun jenis sepeda ini tidak hanya dipakai untuk menjangkau area gunung saja.
Sepeda ini juga dirancang dapat berjalan di area offroad yang sukar sekali dilewati oleh sepeda biasa.
Jenis sepeda gunung atau sepeda Montain Bike atau MTB ini tidak hanya memiliki satu tipe saja, melainkan sepeda gunung ini memiliki berbagai tipe berdasarkan jenis frame atau rangka sepeda berikut:
• Sepeda Gunung Hard Tail
• Rigid
• Soft Tail
• Full Suspension
Lalu dilansir dari 76rider.com, MTB atau Mountain Bike memiliki 5 disiplin atau fungsi yaitu:
• Cross country (XC)
Cross Country (XC) dirancang untuk area yang tidak terlalu ekstrem (ringan), sepeda jenis ini hanya mempunyai suspensi depan atau tanpa suspensi sama sekali.
Dikarenakan hanya memiliki suspensi depan saja sepeda gunung jenis ini dikategorikan sebagai hardtail frame.
Sepeda ini dirancang agar memiliki efisiensi dan memiliki tingkat optimal tinggi pada saat mengendarai ditanjakan.
Selain itu sepeda ini juga dirancang untuk bisa berjalan di jalan tanah, beraspal, hingga perjalanan jarak jauh sekalipun.
• Trail XC
Sepeda Jenis ini adalah perkembangan dari sepeda XC. Umumnya sepeda ini digunakan oleh pengendara MTB rekreasi.
Dengan area trail off-road, sepeda Trail XC biasanya dibuat untuk menghadapi area yang lebih kasar daripada sepeda jenis XC.
• Enduro / All - Mountain (AM)
Biasanya dipakai untuk jalur perpaduan antara cross country ( XC ) dan downhill ringan (light DH).
Didesain untuk area yang berat seperti naik turun bukit, memasuki huta, melintasi area ynag berbatu, dan menjelajah area off-road jarak jauh.
Keunggulan pada sepeda jenis ini ada di ketahanan dan kenyamanan untuk dikendarai.
Nama lain dari sepeda jenis ini adalah Enduro.
• Free Ride (FR)
Dirancang untuk mampu bertahan melakukan lompatan tinggi (drop off) dan kondisi ekstrem sejenisnya.
Rangka pada sepeda jenis ini dibuat kuat namun tidak secepat dan selincah sepeda jenis All-Mountain.
Karena bobotnya yang lebih berat, maka kurang cocok digunakan untuk perjalanan jarak jauh dan tidak cocok untuk area menanjak.
• Downhill (DH)
Jenis sepeda ini memang dirancang untuk kuat namun bisa melaju lebih cepat.
Sepeda jenis ini memiliki supsensi ganda yang dapat digunakan ketika menuruni lereng dan dapat menilkung dengan stabil pada kecepatan tinggi.
Sepeda ini memilki full suspension, namun sepeda jenis ini tidak mengutamakan kenyamanan dalam mengayuh karena sepeda jenis ini hanya dipakai untuk menuruni lereng bukit atau gunung.
• Drit Jump ( DJ )
Sepeda jenis ini pada awalnya dirancang untuk anak muda perkotaan, selain sebagai alat transportasi, untuk kebutuhan kecepatan (Speed) di jalan raya kota, atau juga digunakan untuk atraksi lompatan tinggi dan atraksi ekstrem.
Sepeda jenis ini sering digunakan untuk freestyle atau acara yang terdapat di perkotaan, maka sangat mirip dengan BMX, tetapi dengan bentuk yang diperbesar.
Nama lain dari jenis sepeda ini adalah trial atau urban MTB.
3. Sepeda Balap atau Road Bike
Sepeda jenis ini dibuat sedemikian rupa untuk bisa meraih kecepatan tinggi di aspal.
Jenis sepeda ini umumnya mempunyai rangka dan juga roda yang sangat ringan namun tetap kokoh dan juga dilengkapi dengan fitur pengaturan percepatan.
Perlobaan sepeda jenis ini sudah ada diselenggarakan sejak tahun 1868.
4. Sepeda Onthel
Jenis sepeda ini merupakan sepeda yang sangat unik dan ikonik.
Di Indonesia jenis sepeda yang satu ini sering dicari oleh orang-orang yang gemar mengoleksi barang-barang jadul dan unik.
Jenis sepeda ini juga dikenal dengan nama pit ebo atau sepeda kerbau.
Sepeda onthel ini adalah cikal bakal dari sepeda jengki yang juga mempunyai tampilan klsik nan unik, jenis sepeda ini banyak dicari dan diminati oleh orang banyak seba desain dan model dari sepeda ini yang tak lekang oleh waktu.
5. Sepeda Fixie
Jenis sepeda ini memiliki nama asli sepeda fixied gear, sepeda ini sebetulnya mempunyai rangka dan juga roda serta bobot yang hampir mirip dengan sepeda balap.
Kedua sepeda tersebut sama-sama ringan, namun perbedaan jenis sepeda ini terlihat mencolok pada mekanisme pada pergerakan rodanya.
Pada sepeda jenis ini mempunyai mekanisme pergerakan roda yang tidak bebas.
Sehingga apabila dikayuh ke depan maka pedal beserta bannya juga akan terus bergerak mengikuti gaya yang digunakan.
Namun tidak hanya itu pada sistem mekanisme sepeda biasanya dapat di kayuh kebelakang berbeda dengan sepeda ini, maka sepeda ini akan mengalami mekanisme pengereman (Doll-Trap). (Bayu Prambudi Susilo)
Editor : Meitika Candra Lantiva