RADAR MALIOBORO - Mandi di malam hari kerap menjadi topik perbincangan hangat di kalangan masyarakat.
Ada yang mengatakan, mandi di malam hari dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan.
Sementara sebagian lainnya, menganggapnya sebagai kebiasaan yang tidak berbahaya.
Namun, tahukah kalian jika banyak sekali mitos yang beredar jika mandi di malam hari membuat tubuh menjadi tidak sehat.
Dalam artikel ini kita akan menelisik fakta dari mitos tersebut.
1. Bisa menyebabkan rematik
Banyak yang berpendapat jika mandi di malam hari dapat memicu atau memperburuk gejala rematik.
Konon, air dingin yang mengenai sendi-sendi tubuh bisa menyebabkan peradangan dan rasa nyeri pada penderita rematik.
Namun faktanya, tidak ada penelitian yang membuktikan hal tersebut.
Justru mandi di malam hari dengan air hangat bisa meringankan gejala rematik yang muncul. Dengan air hangat juga bisa meredakan nyeri otot setelah beraktifitas.
2. Penuaan dini
Banyak orang yang menganggap jika mandi di malam hari membuat kulit menjadi keriput, muncul bintik-bintik penuaan dan kulit terasa kering.
Padahal anggapan tersebut disebabkan karena faktor lingkungan.
Entah itu terkena paparan sinar UV saat berada di luar maupun gaya hidup. Kualitas gaya hidup pun perlu diperbaiki jika tidak ingin mengalami penuaan dini.
3. Masuk angin
Mitos selanjutnya adalah mandi malam dapat menyebabkan masuk angin. Mitosnya karena malam memiliki suhu yang dingin sehingga jika mandi akan mudah terkena penyakit.
Namun faktanya masuk angin terjangkit karena virus dan bakteri bukan karena kebiasaan mandi.
Itulah beberapa mitos yang katanya berbahaya jika melakukan aktifitas mandi di malam hari.
Aktifitas tersebut tidak serta-merta berbahaya jika dilakukan dengan cara yang benar.
Kebiasaan ini bisa membawa manfaat bagi tubuh, terutama dalam merilekskan otot-otot dan meningkatkan kualitas tidur.
Namun, penting untuk memperhatikan suhu air yang digunakan dan kondisi kesehatan pribadi.
Dengan pemahaman yang tepat, mandi di malam hari bisa menjadi kebiasaan yang menyegarkan dan menyehatkan. (Tastabila Maika Warditya)
Editor : Winda Atika Ira Puspita