Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Mengenal Gypsophila, Keindahan Bunga Baby Breath dalam Dekorasi Pernikahan

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 30 Juli 2024 | 07:39 WIB
Kesederhanaan yang membangun keindahan pada Bunga Baby Breath  ( pinterest.com
Kesederhanaan yang membangun keindahan pada Bunga Baby Breath ( pinterest.com

RADAR MALIOBORO – Gypsophila merupakan sebuah tanama hias yang populer hingga saat ini. Kepopuleran Bunga Gypsophila ternyata sudah mencapai level ke berbagai penjuru dunia.

Gypsophila juga dikenal dengan nama Bunga Baby Breath. Istilah “Gypsos” berasal dari Yunani yang berarti gipsum dan “pilos” berarti cinta.

Terdapat penemuan gipsum yang banyak di area tumbuhnya spesies Gypsophila. Dengan demikian, preferensi dari arti istilah bunga ini mengacu pada kondisi tersebut.

Tahun 1828 merupakan tahun dimana Bunga Baby Breath diperkenalkan untuk pertama kalinya di Amerika. Meski sejak saat itu di bagian Amerika Utara banyak ladang yang terkena gulma.

Negara Turki pun juga memiliki banyak varietas bunga ini. Oleh karena itu, Turki juga menyusul kepopuleran negara yang memiliki Gypsophila paling banyak.

Budidaya Bunga Baby Breath telah dilakukan berabad-abad lamanya. Penggunaan pertama berasal dari Yunani Kuno, dimana Gypsophila menjadi tanaman hias pada masa itu. Bangsa Romawi pun juga menggunakannya sebagai bahan pengobatan tradisional.

Karakteristik dari Bunga Gypsophila antara lain, memiliki bentuk bunga kecil seperti kerucut. Banyaknya bunga kecil yang tersusun rapat dapat dibentuk menjadi bucket bunga yang indah.

Tumbuhnya di atas tangkai ramping dengan bentuk kelopak yang cembung. Dengan tinggi tanaman bunga sekitar 15 sampai 90 cm.

Ada beberapa spesies yang tumbuh lebih rendah, namun ada juga yang sebaliknya.

Gypsophila memiliki aroma yang lembut dan harum. Hal ini menciptakan bahwa bunga ini memiliki kesegaran alami.

Warna dari Bunga Baby Breath bermacam-macam, yang paling dominan dan banyak ditemui adalah warna putih murni. Namun, ada juga yang berwarna merah muda dan ungu pucat.

Adapun jenis bunga ini yang menghasilkan warna cantik diantaranya, Gypsophila Paniculata, Gypsophila Repens, serta Gypsophila Elegans.

Jika bergerombol, Bunga Baby Breath ini akan terlihat lebih menarik dan terkesan indah dipandang. Apalagi jika dikombinasi dengan bunga lain, hasilnya akan terlihat sangat menakjubkan.

Dari segi historisnya pun bunga ini disamakan dengan bunga putih pada umumnya, dimana warna putih sering dikaitkan dengan simbol kemurnian dan kepolosan.
Sehingga terbentuklah simbolisasi pada Bunga Gypsophila.

Penggunaan rangkaian bunga pengantin dari Gypsophila sudah ada sejak zaman Victoria. Simbol kepolosan dan kemurnian diberikan kepada pengantin wanita.

Untuk sekarang, Bunga Baby Breath berstatus menjadi bunga potong yang digunakan di berbagai acara pernikahan atau event-event khusus.

Menjadi hiasan dekorasi yang cantik, tak heran jika bunga ini memiliki daya tarik tersendiri di kalangan pihak-pihak penyelenggara event.

Penulis : Razmarita Dyasprinasti

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Bunga Baby Breath #Bunga Gypsophila #rangkaian bunga #Gypsophila #Dekorasi Pernikahan