Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Tahun Ini Berusia 48 Tahun, Ramayana Ballet Purawisata 43 Tahun Tampil Nonstop Tiap Malam

Heru Pratomo • Senin, 5 Agustus 2024 | 00:32 WIB
Festival Tari Konservasi Ramayana di Mandira Baruga Jogja
Festival Tari Konservasi Ramayana di Mandira Baruga Jogja

 

RADAR MALIOBORO - Pada 2024 ini Ramayana Ballet Purawisata akan tepat berusia 48 tahun. Pernah mencatatkan rekor setiap malam selama 43 tahun berturut-turut terus pentas. Sejak kali pertama dipentaskan pada 1976 silam.

 

"Terputus pada 2019 lalu, saat pendemi Covid-19 karena semua aktivitas dilarang digelar," kata Komisaris Utama Mandira Baruga Dr dr. Ulla Nuchrawaty MM, di sela gelaran Festival Tari Konservasi Ramayana di Mandira Baruga, Keparakan, Mergangsan, Kota Jogja, Minggu (4/8). Mandira Baruga adalah nama baru kompleks Purawisata Jogja sejak 2013 lalu. Ulla didampingi Direktur Utama Mandira Baruga Rahimsyah Taufik dan Penjabat Wali Kota Jogja Sugeng Purwanto.

 

"Bahkan saat (Gunung) Merapi erupsi, penonton hanya dua orang, tetap pentas," tambah Ulla. Dia menyebut, gelaran Ramayana Ballet Purawisata tidak pernah libur pentas tiap malam. Rekor tersebut pun sudah dicatatkan dalam museum rekor dunia Indonesia (MURI). Bahkan pernah akan dicatatkan dalam Guiness World Record. "Tapi biayanya terlalu besar, mending untuk menambah gaji para pemain."

Baca Juga: PODSI Sleman Bertekad Kuatkan Sport Tourism Kolaborasi dengan Dinas Pariwisata Sleman

Baca Juga: Belanja Elektronik: 3 Rekomendasi Tempat Membeli Laptop dan Layanan Servis Laptop di Jogja

Ulla menambahkan, Ramayana Ballet Purawisata bahkan kini sudah ada empat generasi para pemainnya. Baik penari maupun pengrawitnya. "Dari Simbah, bapak, anak hingga cucunya," ungkapnya.

 

Tak cukup dengan terus menggelar Ramayana Ballet Purawisata reguler, Mandira Baruga pun secara konsisten selama tiga tahun terakhir menggelar Festival Tari Konservasi Ramayana 2024. Berlangsung dari 4 Agustus hingga 10 Agustus 2024 di Amphiteater Mandira Baruga. Festival ini akan menghadirkan berbagai pertunjukan tari dari berbagai sanggar di wilayah DIY dan Jawa Tengah. 

 

Kenapa menggelar Festival Tari Konservasi Ramayana? Ulla mengatakan , hal itu sebagai wujud komitmen Mandira Baruga untuk terus menggelar dan menampilkan kegiatan kekunoan atau heritage. Sesuatu yang jarang dilakukan lembaga lain. Dia mengatakan, festival ini sebagai upaya pelestarian seni budaya. "Kalau bukan kami siapa lagi yang akan menggelar, harapannya jangan sampai punah dan tetap langgeng," ungkapnya.

Baca Juga: Kenali! Peranan Aplikasi AI dalam Pembuatan Konten 2024 Mulai dari Editing Konten hingga Pengoptimalan SEO

Baca Juga: Finalis Indonesian Idol Season 10 Ziva Magnolya Jadi Brand Ambassador USB Gold, Diperkenalkan di Yogyakarta

Dalam Festival Tari Konservasi Ramayana 2024 sendiri diperuntukkan bagi sanggar tari dengan syarat usia di bawah 15 tahun. Diikuti lebih dari 30 sanggar tari di DIJ dan Jawa Tengah. Mengibaratkan seperti kelompok usia dalam sepak bola, Ulla berharap ada festival yang digelar untuk kelompok usia lainnya. "Tak hanya remaja U-15, bisa juga ada kelompok pemuda U-17," tuturnya.

 

Hanya Ulla menyayangkan minimnya sanggar tari di Kota Jogja yang ikut serta. Sepengetahuannya ada 23 sanggar tari di Kota Jogja. Tapi yang terdaftar dalam Festival Tari Konservasi Ramayana 2024 hanya ada dua sanggar tari. "Yang dari jauh, seperti Wonosobo saja datang," ujarnya kepada Penjabat Wali Kota Jogja Sugeng Purwanto.

 

Mendapati fakta tersebut, Sugeng pun langsung merespon dengan mendorong organisasi perangkat daerah terkait untuk memperhatikan. Sugeng menyebut, di Kota Jogja banyak sanggar tari yang tersebar hingga di kampung-kampung. Dia berharap dalam gelaran berikutnya, akan lebih banyak sanggar tari di Kota Jogja yang ikut. "Yang penting ikut dulu, menang kalah urusan lain," tegasnya.

Baca Juga: Pesona Menakjubkan Puncak Suroloyo di Kulon Progo: Keindahan, Sejarah, dan Legenda di Pegunungan Menoreh

Baca Juga: Gapensi Jaga Semangat Pembangunan Infrastruktur dan Investasi Strategis, Bangun Sumber Ekonomi Baru

Menurut dia, peran aktif anak-anak dengan berkegiatan di sanggar tari bisa mengurangi ketergantungan pada permainan gadget. Selain itu, juga bisa melatih olah raga dan olah rasa. Selain mempertahankan seni budaya, Sugeng berharap juga melatih kepribadian anak-anak di Kota Jogja. "Harapannya anak-anak Kota Jogja tetap lembah manah andap asor," paparnya.

 

Sugeng pun mengapresiasi kiprah Mandira Baruga yang membawa marwah melestarikan seni budaya. Pemkot Jogja , lanjut Sugeng, bertindak sebagai fasilitator, dimanisator sekaligus konduktor. Butuh pemahaman, komitmen serta elaborasi bersama. "Perlu pembagian peran untuk saling mengisi menjadi sesuatu yang besar," jelasnya.

Editor : Heru Pratomo
#Tari #Mandira Baruga #Sanggar #Ramayana Ballet Purawisata