RADAR MALIOBORO – Caleana major, biasa dijuluki bunga tanaman anggrek bebek terbang. Bunga ini tergolong tanaman endemik dari negara Australia.
Menjadi salah satu bunga paling aneh dengan bentuk seperti karikatur bebek, tanaman khas Australia ini diberi nama the Flying Duck Orchid.
Anggrek ini telah menarik perhatian para pecinta tanaman hingga ahli botani. Karena bentuk rupa yang khas dan mencolok. Tanaman anggrek bebek terbang memiliki ukuran 18 hingga 40 cm.
Karakteristik Caleana major berwarna merah tua hingga kuning cerah. Bagian kelopak dan sepal bunga menyerupai bebek yang sedang terbang, hal ini sangat khas sekali bentukannya.
Ditambah bagian kepala, sayap hingga ekor yang menambah kelengkapan hingga mirip sekali dengan bentuk bebek. Kemiripannya membuat tanaman ini terbilang luar biasa diantara jenis anggrek-anggrek lainnya.
Habitat the Flying Duck Orchid ditemukan di area hutan terbuka hingga padang rumput. Tumbuh dengan tanah yang mengering dan sinar matahari sedang. Biasanya anggrek bebek terbang tumbuh bersama jamur dengan inang tertentu. Hal ini kerap membentuk sebuah simbiosis.
Jamur memberikan nutrisi penting untuk tanaman anggrek sehingga pertumbuhannya terbantu. Proses simbiolisme dari kedua belah pihak memang terkesan memiliki ketergantungan.
Jika disoroti, keseimbangan dan keterkaitan pada ekosistem tergolong rapuh diantara keduanya.
Tanaman anggrek ini tersebar di wilayah Australia bagian Selatan, terkhusus di Victoria, New South Wales dan Australia Selatan.
Dengan populasi yang tidak banyak karena habitatnya spesifik, anggrek bebek terbang dianggap spesies langka dan sulit untuk ditemukan orang-orang.
Tidak hanya bentuknya yang unik, aroma spesies anggrek bebek terbang ternyata dapat memancing para serangga berkumpul. Seperti aroma lumut yang membusuk lama.
Akan tetapi, aroma yang dimunculkan spesies satu ini memiliki keuntungan sendiri untuk proses penyerbukannya.
The Flying Duck Orchid bukan hanya memiliki keunikan yang menyerupai bebek terbang, tetapi juga menjadi bukti betapa luar biasa hasil karya alam ini.
Penulis: Razmarita Dyasprinasti
(Berbagai Sumber)
Editor : Iwa Ikhwanudin