Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Sebanyak 79 Persen Responden Setuju Melarang Anak–Anak Bermain Media Sosial, Begini Dampaknya!

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 13 Desember 2024 | 17:52 WIB
Penggunaan media sosial bagi anak banyak dipertimbangkan masyarakat untuk dilarang.
Penggunaan media sosial bagi anak banyak dipertimbangkan masyarakat untuk dilarang.

RADAR MALIOBORO - Tidak bisa dipungkiri bahwa kemajuan teknologi membawa kehidupan masyarakat menjadi lebih dinamis dan fleksible dengan segala kemudahannya.

Salah satu yang sulit untuk lepas dari kehidupan masyarakat yang dinamis ini adalah penggunaan media sosial.

Media sosial banyak digunakan hampir seluruh kalangan.

Banyak kegunaan dari media sosial yang sudah diterapkan pada segala aspek kehidupan, mulai dari komunikasi instan, hiburan, produktivitas, sumber informasi, dan lain sebagainya.

Namun, tak jarang media sosial kerap menjadi sumber masalah yang meresahkan masyarakat.

Mengejutkannya, kebanyakan keresahan tersebut datang akibat penggunaan media sosial yang tidak bijak.

Mirisnya, kebanyakan yang kita lihat berhubungan dengan generasi muda.

Sebuah unggahan Facebook dari grup Hujatan Teknologi Indonesia (HTI) pada Selasa, (10/12/2024), membuka sebuah pembahasan tentang larangan penggunaan media sosial terhadap kalangan anak–anak.

Data yang diambil merupaka data dari laman Goodstats terkait laporan survey penggunaan ipsos pada periode Juni-Juli 2024.

Hasilnya, sebanyak 79 persen responden di Indonesia menyatakan setuju akan pelarangan tersebut.

Ini artinya, orang tua setuju dalam melarang anak–anak untuk menggunakan sosial media.

Melalui data tersebut, Indonesia menjadi peringkat ke 2 dari 30 negara yang sebagian besar setuju melarang media sosial untuk anak–anak.

Lebih spesifik pembahasan tersebut mengkhususkan anak–anak dengan kategori dibawah 14 tahun agar sebaiknya tidak dibiasakan untuk menggunakan media sosial terlebih dahulu.

Tidak dijelaskan secara lebih lanjut alasan mengapa anak–anak dibawah umur 14 tahun disepakati masyarakat untuk dijauhkan media sosial dari mereka.

Namun, bisa dibayangkan jika mereka sudah terbiasa bermain media sosial sejak dini.

Sudah banyak kasus anak tidak bisa lepas dari perangkat elektronik akibat kecanduan bermain media sosial, sedangkan kehidupan mereka di dunia nyata semakin berkurang.

Hal ini tentunya akan berdampak pada kemampuan sosial mereka di lingkungan masyarakat dan lebih mementingkan kehidupan dunia maya mereka. (Muhammad Malik Nadzif)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#kemajuan teknologi #Hujatan Teknologi Indonesia #Melarang Anak Anak Bermain Media Sosial #survey penggunaan ipsos #Perangkat Elektronik #responden #gadget #kehidupan maya #dampak #kecanduan #setuju