Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Gaya Hidup YOLO dan YONO, Bisakah Seimbang?

Meitika Candra Lantiva • Kamis, 9 Januari 2025 | 21:14 WIB
Photo
Photo


RADAR MALIOBORO - Tren gaya hidup YOLO (You Only Live Once) semakin populer di kalangan anak muda dewasa ini.

Gaya hidup YOLO identik dengan perilaku impulsif dalam keuangan.

Gaya hidup YONO mendorong seseorang untuk mendapatkan kesenangan sesaat tanpa memikirkan dampak jangka panjang.

Gaya hidup ini identik dengan prinsip menikmati tiap momen dalam hidup secara bebas dan maksimal.

Penganut gaya hidup YOLO cenderung bertindak konsumtif terhadap kebutuhan yang tidak primer.

Mereka beranggapan bahwa hidup hanya sekali, maka harus dinikmati semaksimal mungkin.


Gaya hidup ini mencerminkan rendahnya kepedulian anak muda terhadap perencanaan finansial masa depan.


Akan tetapi, gaya hidup YOLO juga menjadi cerminan ketidakpastian ekonomi dan masa depan sehingga anak muda tidak ingin masa mudanya dihabiskan tanpa pengalaman menarik sedikitpun.


Sebaliknya, gaya hidup YONO (You Only Need One) bertolak belakang dengan gaya hidup YOLO.

Gaya hidup ini sering dikaitkan dengan filosofi hidup minimalis dan menekankan pada pengurangan konsumsi berlebihan.


Penganut gaya hidup YONO akan bijak dalam merencanakan keuangan dan cenderung membeli kebutuhan primer alih-alih memuaskan hasrat membeli barang yang tidak diperlukan.


Pada gaya hidup YONO, kualitas lebih ditekankan daripada kuantitas.

Penganut gaya hidup ini akan membeli satu barang yang berkualitas ketimbang membeli banyak barang dengan kualitas rendah.


“Lebih sedikit lebih baik” merupakan semboyan hidup orang yang menganut gaya hidup YONO.


Meskipun terlihat memiliki banyak manfaat, gaya hidup YONO hanya akan memberi sedikit pengalaman baru dalam kehidupan penganutnya.

Orang yang menjalankan gaya hidup YONO juga akan kehilangan kenikmatan dari kesenangan sesaat dan mendapatkan isolasi sosial karena membatasi hubungan yang menyebabkan banyaknya pengeluaran.


Bisakah Seimbang?


Gaya hidup YONO dan YOLO bisa berjalan seimbang apabila kamu menerapkan hal-hal berikut:


1. Memahami Prioritas Hidup


Dengan memahami prioritas hidup. Penganut YOLO akan sadar bahwa masa depan perlu direncanakan dengan bijak.


Penganut YONO juga akan sadar bahwa dalam hidup, perlu menyisihkan waktu dan uang untuk mendapatkan pengalaman baru.


2. Rencanakan Sebaik Mungkin

Kamu yang menerapkan YOLO perlu merencanakan dengan baik kebutuhan finansial untuk kesenangan.

Menggunakan uang untuk berwisata dan mengikuti program volunteer jauh lebih bermanfaat daripada berbelanja banyak barang yang tidak ada gunanya.


Bagi kamu yang menerapkan YONO, tetap sisihkan uangmu untuk sesuatu yang membuatmu senang, seperti travelling dan berburu kuliner.

Jangan jadikan prinsip hidup hemat menyiksa kesehatan fisik dan mental.


3. Tetap Mindfulness

Mempraktekkan mindfulness akan menghindari kita dari FOMO (Fear Of Missing Out) yang identik dengan gaya hidup YOLO.

Selain itu, MINDFULNESS akan mencegah penganut YONO dari gaya hidup minimalis yang ekstrem.

Jadi, gaya hidup YOLO dan YONO bisa berjalan seimbang selama kita menerapkan batasan yang baik ya! (Sulthan Zidan)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Mindfulness #YONO #YOLO #gaya hidup #perencanaan finansial #finansial #keuangan