RADAR MALIOBORO – Taylor Swift kembali memperlihatkan dominasinya di industri musik global lewat peluncuran album studio ke-12 berjudul “The Life of a Showgirl” yang rilis pada Jum’at (3/10/2025) melalui Republic Records. Album ini langsung mencetak rekor penjualan dan streaming di berbagai platform.
Dalam 24 jam pertama, The Life of a Showgirl terjual lebih dari 2,7 juta unit di Amerika Serikat, termasuk versi digital dan fisik.
Menurut laporan Moneycontrol, angka tersebut menjadikan The Life of a Showgirl sebagai album dengan debut penjualan terbesar tahun ini.
Di kategori fisik, album ini juga mencatat sejarah baru dengan penjualan 1,2 juta keping vinyl hanya dalam minggu pertama. Rekor ini melampaui The Tortured Poets Department (2024) milik Taylor sendiri, dikutip dari InMusicBlog.
Dalam ranah digital, pencapaian Taylor tak kalah luar biasa. Spotify mengonfirmasi bahwa The Life of a Showgirl menjadi album dengan jumlah pre-save terbanyak dalam sejarah platform tersebut, sekaligus album paling banyak di-stream dalam satu hari di tahun 2025.
Setiap lagu di album ini memperoleh rata-rata lebih dari 20 juta streaming global dalam 24 jam pertama, sementara single utama “The Fate of Ophelia” memecahkan rekor lagu dengan streaming terbanyak dalam sehari di Spotify dan Apple Music, menurut NME dan SCMP.
Berdasarkan laporan Billboard dan InMusicBlog, album ini akan debut di posisi #1 Billboard 200 dan menempatkan seluruh album studionya di puncak tangga lagu utama Amerika Serikat.
Para analis musik menyebut performa album ini luar biasa bahkan untuk ukuran Taylor Swift, karena sebagian besar rekor yang dipecahkan kali ini sebelumnya juga dipegang olehnya sendiri.
Perilisan The Life of a Showgirl diiringi kampanye global berskala besar. Taylor menggelar acara berjudul “The Official Release Party of a Showgirl” yang ditayangkan di bioskop di berbagai negara, serta tampil di sejumlah acara televisi besar seperti The Tonight Show Starring Jimmy Fallon, Late Night with Seth Meyers, dan The Graham Norton Show.
Selain itu, pop-up store dan instalasi bertema album muncul di kota-kota besar seperti New York, London, dan Tokyo.
Secara musikal, album ini menampilkan sisi Taylor yang lebih cerah dibanding karya sebelumnya. Ia kembali menggandeng produser Max Martin dan Shellback, kolaborator lamanya di album-album pop seperti 1989 dan Reputation.
Dalam wawancara bersama NBC Los Angeles, Taylor menjelaskan bahwa album ini terinspirasi dari kehidupannya di atas panggung selama tur besar The Eras Tour, serta menjadi bentuk penghargaan untuk para penggemarnya yang selalu mendukung sejak awal kariernya.
Meski tengah berada di puncak sukses, Taylor menyatakan belum berencana melakukan tur baru dalam waktu dekat. Ia mengaku ingin beristirahat setelah tur panjang yang melelahkan dan ingin memastikan saat ia kembali ke panggung, pengalaman itu akan lebih bermakna bagi para penggemar.
Dengan rekor penjualan spektakuler dan pencapaian streaming global, The Life of a Showgirl kembali menempatkan posisi Taylor Swift sebagai salah satu ikon musik terbesar abad ini.
(Maulina)
Editor : Iwa Ikhwanudin