Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Takut Terlalu Dekat? Mungkin Kamu Punya Ciri Avoidant Attachment

Bahana. • Selasa, 14 Oktober 2025 | 00:25 WIB

Foto Ai ilustrastion
Foto Ai ilustrastion
Dalam setiap hubungan, baik pertemanan maupun asmara, tak semua orang mudah menunjukkan kedekatan emosional.

Sebagian orang justru memilih menjaga jarak agar merasa aman. Pola seperti ini dikenal dengan istilah avoidant attachment gaya keterikatan yang sering disebut sebagai si penjaga jarak emosional.

Mereka yang memiliki kecenderungan ini umumnya merasa tidak nyaman saat hubungan menjadi terlalu dekat.

Bagi mereka, menjaga ruang pribadi adalah bentuk perlindungan diri. Pola ini biasanya terbentuk sejak kecil, ketika seseorang belajar bahwa menunjukkan emosi tidak selalu diterima atau dibalas dengan kehangatan.

Meski terlihat tenang dan mandiri, individu dengan avoidant attachment sebenarnya memiliki cara bertahan yang khas menahan kedekatan agar tidak tersakiti.

Di balik sikap rasional dan tenangnya, sering tersimpan ketakutan akan kehilangan kendali dan rasa cemas terhadap ketergantungan emosional.

Namun kabar baiknya, pola ini bisa diubah. Dengan menyadari kecenderungan tersebut dan berani membuka diri secara perlahan, seseorang bisa membangun hubungan yang lebih sehat.

Komunikasi terbuka, rasa aman, dan penerimaan menjadi langkah awal untuk memperbaiki cara berelasi.

Memahami attachment style seperti ini penting, bukan hanya untuk urusan percintaan, tapi juga agar kita bisa mengenali pola hubungan dengan orang lain.

Mengenal diri sendiri berarti belajar menyeimbangkan antara kebutuhan akan kedekatan dan keinginan menjaga ruang pribadi.

Penulis : Arsy Apriliany Munawaroh

Editor : Bahana.
#avoidant attachment