Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Sejak Kapan Kita Mendidik Anak? Ini Jawaban Yang Sering Ditemui

Magang Radar Malioboro • Rabu, 5 November 2025 | 22:46 WIB

ilustrasi keluarga
ilustrasi keluarga
RADAR MALIOBORO - Banyak orang berpikir bahwa proses mendidik anak dimulai ketika bayi lahir ke dunia.

Saat anak mulai bisa mendengar, melihat, dan merespons kasih sayang orang tua, di situlah pendidikan pertama dimulai.

Namun, sebenarnya pendidikan anak berawal jauh sebelum itu, bahkan sejak seseorang memutuskan untuk menikah.

Mengapa demikian?

Karena cara kita berkomunikasi dengan pasangan, menyelesaikan masalah, dan menanamkan nilai-nilai dalam hubungan rumah tangga akan menjadi fondasi utama bagi karakter anak kelak.

Anak tidak hanya belajar dari apa yang kita ajarkan lewat kata, tetapi dari apa yang kita contohkan setiap hari dalam kehidupan rumah tangga.

Sebelum anak hadir, keluarga sudah lebih dulu membentuk “lingkungan komunikasi” antara suami dan istri.

Ketika hubungan itu dibangun dengan saling menghargai, penuh empati, dan komunikasi yang sehat, maka anak nantinya akan tumbuh di tengah atmosfer yang positif.

Sebaliknya, komunikasi yang keras, sarkastik, atau minim perhatian bisa menanamkan luka yang bahkan belum sempat ia mengerti.

Inilah sebabnya dosen-dosen atau pakar komunikasi keluarga sering mengatakan bahwa “mendidik anak dimulai sejak memiliki suami (atau istri)”.

Karena pada dasarnya, kita sedang belajar mendidik diri sendiri sebelum mendidik generasi berikutnya.

Pendidikan anak bukan hanya soal memberi makan, pakaian, atau sekolah terbaik.

Lebih dari itu, pendidikan anak adalah bagaimana orang tua menjadi contoh dalam bersikap dalam menghadapi emosi, dalam menghormati pasangan, dan dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan sehari-hari.

Dalam teori family communication, keluarga disebut sebagai “komunitas komunikasi pertama” yang membentuk pola pikir dan perilaku seorang individu.

Maka, kualitas komunikasi di dalam rumah tangga akan menjadi cerminan bagi tumbuh kembang anak.

Mendidik anak berarti juga mendidik diri untuk menjadi lebih sabar, bijak, dan terbuka dalam mendengar.

Sebab, anak tidak hanya mendengar apa yang kita katakan, tetapi juga menyerap bagaimana cara kita berbicara dan memperlakukan orang lain.

Jadi, kalau ditanya kapan waktu yang tepat untuk mulai mendidik anak jawabannya bukan “saat anak lahir”, tapi sejak kita belajar mencintai dengan cara yang benar, sejak membangun keluarga dengan komunikasi yang sehat.

Karena di sanalah akar dari semua pendidikan: komunikasi yang tulus, penuh kasih, dan saling menghargai.

Penulis Naela Alfi Syahra

Editor : Bahana.
#mendidik anak #komunikasi #anak