Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Prosfora, Band Chamber dan Musical Theatre Pop Asal Yogyakarta, Rilis EP Her Name Was Earth yang Menjadikan Perempuan Simbol Keindahan

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 20 November 2025 | 00:44 WIB
Para personel band Prosfora. Mereka merilis EP Her Name Was Earth.
Para personel band Prosfora. Mereka merilis EP Her Name Was Earth.

YOGYAKARTA – Band Prosfora, lahir dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Musik Kampus MMTC Yogyakarta pada tahun 2022, semakin memantapkan jejak mereka di kancah musik Indonesia.

"Nama band ini terinspirasi dari Prosphora, roti persembahan dalam tradisi liturgi yang melambangkan ketulusan dan pemberian," ujar salah satu personel Prosfora, Nur Muhammad Alip, Rabu (19/11/2025). 

Makna tersebut selaras dengan perjalanan musikal Prosfora yang jujur dan penuh persahabatan, berawal dari pertemuan sederhana saat diminta mengisi acara buka bersama kampus.

Dengan formasi solid Alip, Maya, Joe, dan Abe, Prosfora melewati berbagai fase, termasuk pergantian formasi dan eksplorasi genre. 

"Prosfora akhirnya menemukan warna musik yang paling merepresentasikan diri kami, yakni chamber dan musical theatre pop. Musik Prosfora dikenal menghadirkan kelembutan, kedalaman, dan nuansa teatrikal yang hangat," kata Alip. 

Band ini diperkuat oleh empat personel dengan karakter yang unik. Nur Muhammad Alip (Gitar) yang lahir di Purwakarta pada 09 Mei 2003. Terinspirasi oleh Qibil (The Changcuters) dan Andra Ramadhan. Musik baginya adalah kebebasan dan ruang berekspresi.

Lalu, ada Mayapada Princess Eza (Vokal), kelahiran Pemalang pada 12 Maret 2004. Menjadikan musik sebagai pelarian saat jenuh dan ruang menerima diri.

Kemudian ada Ahmad Nabiel Raharjo (Gitaris, Pianis, Bassist, Composer), kelahiran Jakarta pada 15 November 2002. Awal bermusik dari meniru The Beatles, yang kemudian menjadi kebahagiaan tersendiri.

Personel keempat, Abraham Samuel Kalauserang (Drummer) kelahiran Yogyakarta pada 21 Juni 2002. Mengidolakan Ray Prasetya dan Sigrid, bermusik untuk membuka kembali perasaan yang sempat hilang.

Pada tahun 2025, Prosfora merilis extended play (EP) bertajuk Her Name Was Earth. EP ini berisi tiga lagu yang digambarkan melalui tokoh-tokoh fiksi perempuan, yaitu Carolina, Hannah, dan Ayden.

Daftar Lagu EP Her Name Was Earth: Hello Hannah, Good Night, Carolina, dan See You Next Day, Ayden. 

Dalam karya ini, perempuan menjadi simbol keindahan, seni, dan kelembutan. Perempuan direpresentasikan sebagai cinta yang hangat, penuh, dan hidup.

Sejak berdiri, Prosfora telah tampil di berbagai panggung, baik di dalam maupun di luar kampus. Penampilan di sekitar kampus MMTC termasuk acara Showklik, PKKMB STMM, Alinea Journalism Fest, dan Spectapard.

Di luar kampus, mereka pernah tampil di Familiar Fest kampus UNISA, Festival Nagih Jajan Taman Kuliner Condongcatur, Karya Indie Musik Terrace Jogja, dan tampil di beberapa mall seperti Jogja City Mall dan Sleman City Hall. 

Selain aktif manggung, Prosfora juga berfokus pada prestasi kompetisi. Mereka berhasil meraih Juara 3 di IPB Band Competition dan Juara 3 Lomba Cover Band FSPI UNY.

EP Her Name Was Earth saat ini sudah dapat didengarkan di berbagai platform musik digital. (iwa) 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Prosfora band asal jogja #Band asal jogja #Prosfora band #Prosfora