Cuaca di sejumlah wilayah Yogyakarta dalam beberapa pekan terakhir berubah cepat. Hujan turun mendadak di siang hari, namun beberapa jam kemudian kembali panas.
Kondisi ini membuat sejumlah warga kesulitan menjaga aktivitas harian, terutama mereka yang memiliki jadwal padat.
Sejumlah pekerja mengaku kerepotan mengatur perjalanan pulang-pergi karena hujan sering turun tanpa perkiraan.
Banyak yang harus membawa payung atau jas hujan setiap hari agar tidak terjebak hujan saat berada di jalan.
Mereka yang bekerja di lapangan juga memilih menunda pekerjaan ketika hujan turun tiba-tiba.
Perubahan cuaca ini turut memengaruhi pola makan harian.
Sebagian warga mengaku enggan keluar rumah atau kantor untuk membeli makan saat hujan turun mendadak.
Akibatnya, banyak yang menunda makan atau memilih pesan makanan lewat layanan daring. Beberapa pedagang makanan mengaku penjualan menurun saat hujan, sementara pesanan melalui aplikasi meningkat.
Sementara itu, pakar kesehatan mengingatkan bahwa cuaca panas dan hujan yang datang bergantian dapat menurunkan daya tahan tubuh.
Kondisi ini meningkatkan risiko flu, batuk, hingga demam. Warga diimbau menjaga asupan makanan, cukup minum, dan membawa perlengkapan hujan untuk mencegah sakit.
BMKG setempat juga mengingatkan potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dalam beberapa hari ke depan.
Warga diminta tetap waspada dan menyesuaikan aktivitas agar tidak terkendala cuaca.
Penulis Naela Alfi Syahra
Editor : Bahana.