Kebiasaan duduk diam membantu menenangkan pikiran yang sibuk dan meningkatkan konsentrasi sehingga otak bisa lebih tenang dan siap untuk fokus pada satu hal secara penuh.
Cara ini juga dikenal mampu mengurangi stres dan kecemasan, yang selama ini kerap menjadi penyebab utama gangguan fokus.
Manfaat duduk diam berhubungan erat dengan praktik meditasi, di mana meditasi secara rutin dapat melatih otak untuk menjaga perhatian pada satu titik, memperkuat daya konsentrasi, dan menenangkan sistem saraf.
Dalam kondisi duduk diam, tubuh secara alami mulai rileks dan ini menurunkan level hormon stres seperti kortisol, yang membantu otak bekerja lebih optimal.
Teknik ini menjadi populer di kalangan Gen Z sebagai metode baru dalam memperbaiki fokus dan mengatasi gangguan kecemasan.
Muncul cara baru untuk meningkatkan fokus dengan duduk diam, atau dalam istilah gaul yang sedang viral di TikTok, “rawdogging” yaitu tidak melakukan apapun tanpa distraksi.
Di TikTok, beberapa remaja usia 20-an menceritakan pengalaman “rawdogging” duduk tanpa ponsel, tanpa hiburan, hanya bersama pikiran mereka sendiri ( meskipun sebagian dari mereka tetap merekam prosesnya lewat handphone).
Gen Z kini banyak yang mengadopsi kebiasaan duduk diam atau melakukan meditasi singkat sebagai cara untuk “reset” fokus mereka, terutama di tengah derasnya informasi dan gadget.
Dengan melatih kesadaran penuh dan hanya berkonsentrasi pada satu kegiatan tanpa melakukan multitasking, kualitas fokus sehari-hari dapat meningkat secara signifikan.
Cara ini juga membangun pola pikir yang lebih positif dan menambah ketenangan pikiran, sehingga produktivitas dan kesehatan mental bisa terjaga lebih baik.
Penulis: Ocha
Editor : Bahana.