Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Pilates Jadi Alternatif Olahraga Low-Impact untuk Mahasiswa yang Mudah Capek

Magang Radar Malioboro • Senin, 1 Desember 2025 | 22:32 WIB

Pilates
Pilates
Pilates semakin populer di kalangan mahasiswa karena menawarkan olahraga yang ringan, fokus, dan tidak menguras tenaga seperti latihan kardio atau angkat beban.

Gerakannya cenderung perlahan, mengutamakan kontrol tubuh, keseimbangan, serta kekuatan otot inti, sehingga cocok untuk mahasiswa yang sering kelelahan karena jadwal kuliah padat, tugas menumpuk, atau pola tidur yang tidak stabil.

Banyak mahasiswa merasa bahwa pilates bisa dilakukan kapan saja, termasuk di kamar kos, tanpa perlu peralatan khusus selain matras.

Ciri utama pilates adalah gerakan low-impact yang tidak memberi tekanan berlebihan pada persendian. Hal ini membuatnya lebih ramah bagi tubuh yang lelah atau kurang bugar.

Mahasiswa yang sering duduk berjam-jam di depan laptop biasanya mengalami nyeri punggung, leher, dan pinggang, dan pilates dirasa efektif untuk memperbaiki postur sekaligus merilekskan area tubuh yang tegang.

Latihan seperti pelvic curl, cat-cow, dan leg circle dapat membantu mengurangi kekakuan otot yang menjadi keluhan banyak mahasiswa menjelang ujian atau akhir semester.

Selain manfaat fisik, pilates juga memberikan efek positif pada kesehatan mental. Fokus pada pernapasan membuat pikiran lebih tenang dan teratur.

Beberapa mahasiswa mengakui bahwa setelah sesi pilates singkat 15–20 menit, konsentrasi belajar mereka meningkat.

Latihan ini memaksa tubuh untuk bergerak pelan namun terkontrol, sehingga pikiran lebih terarah dan tidak mudah dilanda overthinking.

Pilates juga memiliki variasi tingkat kesulitan, sehingga pemula tidak perlu khawatir. Banyak konten kreator dan instruktur menyediakan panduan gratis untuk gerakan dasar.

Mahasiswa bisa memulai dari latihan ringan seperti bridge pose atau toe taps sebelum naik ke gerakan intermediate.

Yang membuat pilates semakin diminati adalah fleksibilitasnya: bisa dilakukan di pagi sebelum kuliah, sore setelah kelas yang melelahkan, atau malam ketika tubuh butuh relaksasi.

Latihan ini juga membantu memperbaiki pernapasan yang sering tidak disadari menjadi dangkal akibat stres.

Mengatur napas dengan benar selama pilates dapat mengurangi ketegangan di area dada dan bahu. Untuk mahasiswa yang sering mengalami kecemasan ringan, ini menjadi manfaat tambahan yang sangat terasa.

Selain itu, pilates memberi efek jangka panjang berupa peningkatan kekuatan inti (core strength). Hal ini penting bagi mahasiswa yang aktivitas fisiknya cenderung minim.

Core yang kuat membantu tubuh lebih stabil, mencegah cedera, dan meningkatkan produktivitas karena tubuh terasa lebih ringan untuk beraktivitas seharian.

Bagi mahasiswa yang tidak suka olahraga intens, pilates menjadi solusi yang realistis dan menyenangkan.

Gerakannya dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh, waktunya fleksibel, dan manfaatnya terasa langsung baik untuk fisik maupun mental.

Tidak sedikit komunitas pilates bermunculan di kampus-kampus, termasuk kelas outdoor atau sesi bareng di akhir pekan yang menjadi kegiatan relaksasi sekaligus memperluas pertemanan.

Pilates memberikan cara baru bagi mahasiswa untuk tetap aktif tanpa merasa terbebani.

Simple, terjangkau, dan ramah untuk tubuh yang Lelah itulah alasan olahraga ini terus menjadi pilihan favorit anak muda yang butuh olahraga ringan namun efektif.

Penulis Naela Alfi Syahra

Editor : Bahana.
#olahraga #pilates