Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Anak Muda Makin Gemar Belajar Masak Lewat TikTok, dari Resep Simple sampai Menu Restoran

Magang Radar Malioboro • Rabu, 3 Desember 2025 | 02:15 WIB
Ilustrasi memasak
Ilustrasi memasak

Anak muda kini semakin akrab dengan dapur. Bukan karena tuntutan, tetapi karena kesenangan baru yang muncul dari kebiasaan menonton konten masak di TikTok.

Aplikasi yang dulu identik dengan lipsync dan dance challenge itu kini berubah menjadi salah satu ruang belajar kuliner paling ramai di Indonesia.

Resep-resep pendek, teknik memasak sederhana, dan visual makanan yang menggugah selera membuat banyak remaja dan mahasiswa ikut mencoba memasak di rumah.

Di berbagai daerah, tren ini terlihat jelas. Mahasiswa kos, misalnya, mulai aktif bereksperimen dengan bahan seadanya.

Mereka mencari resep yang tidak ribet kadang hanya butuh rice cooker, teflon kecil, atau satu mangkuk kaca.

TikTok memudahkan semua itu. Dalam waktu kurang dari satu menit, sebuah video bisa memperlihatkan urutan langkah memasak yang padat namun mudah diikuti.

Mulai dari tumis-tumisan, makanan pedas, dessert cepat saji, sampai menu viral seperti baked oats, rolade tempe, croffle, atau ricebowl ala resto Korea.

Daya tarik paling besar datang dari format video yang cepat. Anak muda tidak lagi perlu membaca resep panjang atau menonton tutorial YouTube berdurasi belasan menit.

TikTok menawarkan cara belajar praktis yang langsung bisa dipraktekkan. Ketika video selesai, mereka merasa, “Oh, ternyata gampang banget,” sehingga mendorong mereka mencoba.

Tidak sedikit yang kemudian mengunggah percobaan mereka, entah berhasil atau gagal, dan menjadikannya tren tersendiri di platform itu.

Selain untuk memenuhi kebutuhan harian, memasak juga menjadi bentuk ekspresi dan hiburan.

Banyak pengguna yang mencoba memodifikasi resep agar sesuai dengan selera masing-masing.

Misalnya, membuat mie versi “lebih pedas”, membuat dessert dengan topping unik, atau mencoba masakan negara lain seperti Jepang, Thailand, sampai Eropa.

Mengikuti tren masak ini juga sering menumbuhkan rasa bangga tersendiri saat hasilnya terlihat cantik dan enak, lalu mendapatkan respons positif dari teman-teman di kolom komentar.

Tren cooking content juga mendorong munculnya pasar baru. Banyak UMKM kuliner dan food creator memanfaatkan momentum ini untuk “restock resep”, menjual alat masak kecil, bumbu siap pakai, dan kebutuhan dapur bagi pemula.

Produk seperti air fryer mini, wajan anti lengket murah, hingga sendok takaran lucu-lucu kerap ludes terjual.

TikTok menjadi ekosistem yang bukan hanya memengaruhi kebiasaan, tetapi juga konsumsi anak muda.

Uniknya, belajar masak lewat TikTok tak hanya membuat anak muda lebih mandiri, tapi juga lebih hemat.

Mereka yang tinggal di kos atau kontrakan mulai jarang jajan berlebihan karena merasa bisa membuat versi rumahan yang lebih murah.

Ada pula yang memanfaatkan skill baru ini untuk membuka usaha kecil-kecilan, seperti menjual dessert box, rice bowl, atau camilan buat teman kampus.

Fenomena ini menunjukkan bahwa teknologi digital tidak hanya mendorong tren konsumtif, tetapi juga kreativitas serta kemandirian.

Membuat resep, mencoba challenge masak, hingga mengembangkan kreasi baru memperlihatkan bahwa dapur kini menjadi ruang bermain yang menyenangkan bagi generasi muda.

Selama format video TikTok tetap sederhana, cepat, dan inspiratif, tren memasak ini tampaknya akan terus berkembang.

Writer Naela Alfi Syahra

Editor : Bahana.
#tiktok #restoran #Belajar Masak