Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Makanan yang Sebaiknya Dihindari untuk Mencegah Kanker Usus Besar

Magang Radar Malioboro • Jumat, 19 Desember 2025 | 22:04 WIB
Ilustrasi nugget
Ilustrasi nugget

Kanker usus besar menjadi salah satu jenis kanker yang cukup banyak ditemukan, dan pola makan berperan besar dalam meningkatkan maupun menurunkan risikonya.

Apa yang dikonsumsi sehari-hari dapat memengaruhi kesehatan saluran cerna dalam jangka panjang, terutama jika dilakukan terus-menerus tanpa disadari.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa beberapa jenis makanan tertentu sebaiknya dibatasi, bahkan dihindari, untuk membantu menurunkan risiko kanker usus besar.

Salah satunya adalah daging merah dan daging olahan. Konsumsi daging sapi, kambing, atau domba dalam jumlah berlebihan, terlebih jika diolah dengan cara dipanggang atau dibakar, dapat meningkatkan pembentukan senyawa karsinogen.

Risiko menjadi lebih tinggi pada daging olahan seperti sosis, nugget, ham, dan kornet karena mengandung pengawet seperti nitrit dan nitrat yang dapat memicu kerusakan sel di usus.

Makanan tinggi lemak jenuh juga perlu diwaspadai. Lemak berlebih, terutama dari makanan cepat saji, gorengan, dan produk olahan, dapat memicu peradangan di dalam tubuh.

Kondisi peradangan kronis inilah yang dapat meningkatkan peluang munculnya sel abnormal di usus besar.

Selain itu, makanan rendah serat turut berkontribusi pada risiko kanker usus besar.

Pola makan yang minim sayur, buah, dan biji-bijian membuat pergerakan usus menjadi lambat, sehingga zat sisa dan racun bertahan lebih lama di saluran pencernaan.

Paparan zat berbahaya yang berlangsung lama ini dapat merusak dinding usus.

Makanan dan minuman tinggi gula juga tidak boleh disepelekan. Konsumsi gula berlebih berkaitan dengan obesitas dan resistensi insulin, dua faktor yang diketahui berhubungan dengan peningkatan risiko kanker, termasuk kanker usus besar.

Minuman manis kemasan, kue, dan makanan pencuci mulut yang tinggi gula sebaiknya dibatasi.

Tak kalah penting, alkohol termasuk salah satu faktor risiko yang perlu dihindari. Alkohol dapat merusak lapisan usus dan mengganggu proses regenerasi sel.

Konsumsi alkohol dalam jangka panjang diketahui meningkatkan risiko kanker saluran pencernaan, termasuk usus besar.

Sementara itu, makanan yang dimasak dengan suhu sangat tinggi, seperti makanan yang dibakar hingga gosong atau digoreng terlalu lama, dapat menghasilkan senyawa berbahaya seperti heterocyclic amines (HCA) dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH).

Senyawa ini berpotensi merusak DNA sel dan meningkatkan risiko kanker jika sering dikonsumsi.

Menghindari makanan-makanan tersebut bukan berarti harus menjalani pola makan yang ekstrem.

Langkah sederhana seperti memperbanyak konsumsi serat dari sayur dan buah, memilih sumber protein yang lebih sehat, serta mengurangi makanan olahan sudah menjadi langkah awal yang baik.

Pencegahan kanker usus besar tidak hanya bergantung pada satu faktor, tetapi pola hidup sehat secara keseluruhan.

Namun, mengatur apa yang masuk ke dalam tubuh setiap hari tetap menjadi kunci penting untuk menjaga kesehatan usus dalam jangka panjang.


Writer Naela Alfi Syahra

Editor : Bahana.
#kanker usus #nuget #usus besar #nugget