Dua metode yang paling sering dipakai di rumah adalah pengeringan manual dengan lap atau menjemur biasa, dan menggunakan dish dryer, alat modern yang kini makin banyak diminati.
Pengeringan manual dengan lap kain atau menjemur memang terlihat sederhana dan murah.
Banyak keluarga Indonesia yang memakai lap bekas cuci piring untuk mengelap piring, gelas, atau sendok setelah dicuci.
Sayangnya, lap yang tetap lembap atau digunakan berulang tanpa diganti bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur terutama jika lap itu menyentuh sisa makanan, cairan, atau permukaan dapur yang kurang bersih.
Ketika lap yang dipakai berulang kali itu ada kontak langsung dengan alat makan yang baru selesai dicuci, ada risiko bakteri seperti E. coli berpindah dari kain ke permukaan peralatan makan.
Sementara itu, dish dryer menawarkan cara berbeda: alat ini mengeringkan peralatan makan secara otomatis dalam ruang tertutup yang relatif bersih dan bebas dari debu, serangga, atau percikan udara dapur.
Banyak model dish dryer modern juga dilengkapi fitur pemanas atau sirkulasi udara panas yang membantu memastikan setiap piring atau gelas benar-benar kering sebelum digunakan lagi.
Dengan proses pengeringan otomatis, kontak tangan dan kain yang berpotensi kotor dapat diminimalkan, sehingga risiko pertumbuhan bakteri dan jamur berkurang secara signifikan.
Selain itu, peralatan yang diletakkan dalam dish dryer cenderung terlindungi dari kontaminasi silang saat menunggu kering.
Metode manual sering kali memakan waktu lebih lama dan membuat alat makan terekspos udara lembap, debu, dan mikroba di dapur terutama saat alat-alat itu masih basah atau hampir kering.
Alat yang masih lembap dan terpapar udara rumah bisa jadi tempat berkembang biaknya mikroorganisme jika tidak segera dikeringkan dengan benar.
Meski demikian, bukan berarti metode manual tidak bisa efektif. Jika kamu tetap ingin pakai lap untuk mengeringkan alat makan, ada beberapa poin penting yang perlu diperhatikan:
* Gunakan lap yang sangat bersih dan benar-benar kering setiap kali dipakai, dan jangan mencampurkan lap itu untuk pekerjaan lain di dapur.
* Ganti dan cuci lap secara rutin, idealnya setiap kali selesai satu sesi kerja dapur besar, bukan dipakai berulang sepanjang hari.
* Pertimbangkan menggunakan lap berbahan mikrofiber bersih, karena seratnya lebih cepat kering dan menyerap air lebih efektif, sehingga mengurangi peluang bakteri menempel.
Pilihan lain yang direkomendasikan oleh ahli kebersihan adalah air drying (menjemur peralatan di rak pengering terbuka) setelah dicuci, sehingga tidak banyak kontak kain atau bahan lain yang bisa memicu kontaminasi.
Metode ini sederhana tetapi bisa jadi opsi paling higienis kalau alat makan diletakkan di rak yang bersih dan di lingkungan dapur yang cukup sirkulasi udara.
Secara umum, jika dibandingkan secara keseluruhan, dish dryer cenderung lebih higienis dan efektif dalam mengeringkan alat makan tanpa risiko bakteri yang sering muncul pada lap kain atau proses manual.
Cara ini juga memberi perlindungan ekstra dari udara dapur dan kontaminan yang mungkin terjadi saat alat makan diletakkan begitu saja tanpa pelindung.
Writer Naela Alfi Syahra
Editor : Bahana.