Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Nongkrong Ala Gen Z, Mereka Lebih Memilih Kopi daripada Alkohol?

Bahana. • Senin, 19 Januari 2026 | 12:06 WIB

Ilustrasi Alkohol dan Kopi - Pinterest
Ilustrasi Alkohol dan Kopi - Pinterest
Cara Gen Z menghabiskan waktu luang mengalami perubahan yang cukup jelas. Nongkrong tidak lagi identik dengan alkohol atau mabuk-mabukan.

Justru kopi jadi pilihan utama baik untuk bertemu teman, bekerja, me time, maupun sekadar mengisi waktu.

Beberapa survei dan laporan menunjukkan bahwa minat Gen Z terhadap alkohol cenderung menurun, sementara konsumsi kopi justru meningkat dan telah menjadi bagian dari gaya hidup.

Bagi Gen Z, kopi bukan hanya soal minuman, kopi itu bisa diminum kapan saja, tidak mengganggu aktivitas, dan tetap memungkinkan interaksi sosial yang panjang.

Nongkrong sambil ngopi lebih aman, fleksibel, dan relevan dengan rutinitas harian.

Sejumlah media menunjukkan hasil survei, bahwa 66% Gen Z mengaku minum kopi setiap hari, sementara 55% generasi Millenial hanya sesekali, hal ini menandakan bahwa kopi telah menjadi konsumsi rutin, bukan sekadar tren sesaat.

Selera terhadap kopi kekinian seperti es kopi susu juga memperkuat posisi kopi sebagai gaya hidup anak muda.

Selain memberi energi, minum kopi tidak menuntut situasi khusus, tidak terikat waktu malam, dan tidak ada risiko kehilangan kontrol diri. Hal ini membuat kopi lebih mudah diterima dalam berbagai ruang sosial.

Sebaliknya, alkohol semakin jarang menjadi pilihan utama Gen Z. National Institute on Drug Abuse (NIDA) di Amerika menyebut bahwa Gen Z lebih jarang mengonsumsi alkohol dibanding generasi sebelumnya.

Karena adanya kesadaran seperti faktor kesehatan, efek samping seperti hangover, serta kekhawatiran terhadap citra diri menjadi alasan utama.

Dalam budaya digital yang serba terdokumentasi, mabuk tidak lagi dipandang keren. Kehilangan kendali justru dianggap berisiko, baik secara fisik maupun sosial.

Akibatnya, alkohol lebih sering diposisikan sebagai konsumsi sesekali, bukan kebutuhan sosial. Beberapa artikel bahkan mencatat adanya kecenderungan Gen Z beralih ke minuman non-alkohol seperti kopi dan matcha sebagai alternatif saat bersosialisasi.

Kopi juga tidak bisa disebut sebagai penyebab langsung turunnya konsumsi alkohol. Tetapi, kopi mengisi ruang yang dulu sering ditempati alkohol.

Ketika Gen Z memilih gaya hidup yang lebih sadar, produktif, dan terkendali, kopi menjadi minuman yang paling sesuai. Penurunan minat terhadap alkohol dapat dipahami sebagai perubahan gaya hidup Gen Z.

Penulis: Kinesha Puspa Adilla

Editor : Bahana.
#nongkrong #Gen Z #kopi #alkohol