RADAR MALIOBORO — Istilah yearning belakangan ramai digunakan di media sosial untuk menggambarkan perasaan rindu. Kata berbahasa Inggris ini kerap muncul dalam unggahan, caption, maupun percakapan sehari-hari, terutama saat membahas hubungan personal.
Secara harfiah, yearning berarti kerinduan. Namun dalam penggunaan bahasa, maknanya merujuk pada rasa rindu yang kuat dan mendalam terhadap seseorang, tempat, atau kondisi tertentu. Perasaan ini biasanya muncul ketika sesuatu yang diinginkan terasa jauh atau belum bisa diraih.
Dalam konteks emosional, yearning menggambarkan keinginan yang bersifat terus-menerus dan melibatkan perasaan. Misalnya, seseorang yang berada jauh dari pasangan dapat merasakan yearning terhadap kehadiran dan kebersamaan yang sedang tidak ia alami.
Menurut Oxford Dictionary, yearning didefinisikan sebagai a feeling of intense longing for something, atau perasaan rindu yang sangat mendalam terhadap sesuatu. Definisi ini menekankan bahwa yearning bukan sekadar rindu sesaat, melainkan emosi yang bisa bertahan dalam waktu tertentu.
Dalam hubungan, istilah yearning kerap digunakan untuk menggambarkan rasa kangen yang muncul tanpa harus disertai konflik atau perasaan negatif. Rindu dapat hadir bersamaan dengan aktivitas dan rutinitas masing-masing individu.
Penggunaan kata yearning dalam bahasa gaul cenderung lebih ekspresif. Anak muda memakainya untuk menyampaikan perasaan rindu secara emosional, baik dalam konteks serius maupun santai. Istilah ini juga sering muncul dalam unggahan bernuansa nostalgia atau refleksi diri.
Beberapa kata yang memiliki makna serupa dengan yearning antara lain longing, desire, dan craving. Sementara dalam percakapan, contoh penggunaannya seperti, “Lagi yearning sama momen tenang dulu,” atau “Ngerasa yearning tapi tetap jalanin hari.”
(Alena Mutiara)
Editor : Iwa Ikhwanudin