Ketika sekolah, banyak siswa dan siswi yang membawa botol minum plastik untuk mengisinya dengan air putih, menjaga mereka tetap terhidrasi.
Namun remaja hingga pekerja saat ini sudah sadar akan pentingnya memilih botol yang aman.
Meskipun terkadang masih ada yang membeli air mineral produksi pabrik yang menggunakan botol plastik, setidaknya botol tersebut langsung dibuang setelah dihabiskan.
Sedangkan botol plastik yang biasanya dibawa ke sekolah merupakan botol minum yang digunakan ulang ketika isinya sudah habis.
Jika tidak menggunakan jenis plastik tertentu, botol tersebut berbahaya ketika digunakan berulang.
Ada tujuh kode plastik yang dapat menentukan apakah bahan tersebut dapat digunakan ulang.
Kode yang digunakan pada botol minum plastik tersebut adalah angka 5 serta tulisan PP (polypropylene).
Menjadi bahan plastik terbaik untuk menyimpan makan karena kebih kuat, ringan, dan dapat menahan uap panas.
Sayangnya, masih tidak dapat dipungkiri, penggunaan plastik tetap memberikan risiko tertelannya mikroplastik.
Hal ini mendorong para remaja hingga dewasa untuk beralih ke tumbler.
Tumler adalah botol minuman yang berbahan dari baja nirkarat, stainless steel food grade (grade 304), bahkan ada yang terbuat dari kaca.
Bahan itu membuatnya lebih tahan lama, memiliki sedikit bau dan rasa, serta bebas BPA.
Bahannya yang sudah pasti aman membuat banyak orang beralih dari botol minum plastik mnejadi tumbler.
Selain itu, karena tertutup rapat, banyak orang yang membeli tumbler karena dapat menjaga minuman tetap panas maupun dingin.
Bentuk dan tampilannya yang bermacam-macam menjadi salah satu faktor pendorong pergantian botol ini. Bahkan sekarang ini, tumbler dianggap sebagai gaya hidup.
Penulis: Hanifah Fajri Nurhikmah
Editor : Bahana.