Carhartt dikenal sebagai brand yang lahir dari kebutuhan nyata. Didirikan pada 1889 di Detroit, Amerika Serikat, oleh Hamilton Carhartt, brand ini membangun reputasinya lewat pakaian kerja yang mengutamakan ketahanan, fungsi, dan kejujuran desain.
Sudah lebih dari satu abad, nilai tersebut tetap menjadi fondasi, termasuk pada Carhartt WIP (Work In Progress) yang membawa warisan workwear ke ranah streetwear global.
Memasuki Spring/Summer 2026, Carhartt WIP kembali memperlihatkan arah desainnya, mempertahankan identitas utilitarian, sembari menyempurnakannya lewat material yang lebih ringan, siluet modern, dan pendekatan visual yang relevan dengan kebutuhan gaya hidup masa kini.
Denim Jadi Highlight Koleksi SS26
Denim menjadi kunci dalam koleksi SS26. Carhartt WIP menghadirkan rigid denim dan teknik wash yang memberi tekstur serta kesan lived-in, tanpa menghilangkan struktur khas workwear.
Jaket denim, double-knee pants, dan celana kerja berbahan denim tampil sebagai fokus utama di koleksi ini yang pada akhirnya menegaskan posisi Carhartt sebagai brand yang konsisten pada material fungsional tapi juga tetap tren.
Hal ini bukan sekadar nostalgia, tetapi upaya menghadirkan denim sebagai pakaian sehari-hari yang fleksibel dan bisa dipakai untuk aktivitas kasual.
Utility Wear yang Lebih Bersih dan Adaptif
Selain denim, utility wear tetap menjadi identitas kuat Carhartt 2026. Produk seperti cargo trousers, chore jacket, dan field jacket juga hadir dengan potongan lebih rapi.
Detail fungsinya seperti kantong besar dan konstruksi kuat juga masih dipertahankan, tetapi divisualkan dengan desain yang lebih minimal dan modern.
Carhartt WIP juga menyesuaikan bobot material agar lebih nyaman untuk musim panas, menjadikan koleksi ini relevan sebagai wardrobe transisi tanpa kehilangan karakter utilitarian.
Outerwear dan Siluet Baru
Koleksi SS26 turut menghadirkan outerwear yang bisa di bilang hasil dari eksperimen, termasuk coat ringan dan jaket berlapis dengan siluet yang lebih bersih tanpa ornamen berlebihan serta desainnya menonjolkan bentuk dan fungsi.
Referensi Charhartt dari desain Amerika pertengahan abad (mid-century) terasa melalui potongan boxy, struktur sederhana, dan penekanan pada kenyamanan.
Palet Warna dan Capsule Collection
Warna-warna earthy atau bumi seperti cokelat, hijau zaitun, hitam, abu-abu, dan biru denim mendominasi koleksinya.
Pilihan warna ini memperkuat kesan workwear sekaligus memudahkan untuk memadukan outfit.
Carhartt WIP SS26 juga diramaikan oleh capsule collection dan rilisan eksklusif untuk pasar tertentu, termasuk Jepang. Strategi ini menambah nilai koleksi, sekaligus menegaskan posisi Carhartt di persimpangan antara workwear fungsional dan streetwear kolektibel.
Penulis: Kinesha Puspa Adilla
Editor : Bahana.