Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Bukan Tren Semata, Ini Alasan Journaling Makin Populer di Kalangan Anak Muda

Magang Radar Malioboro • Jumat, 23 Januari 2026 | 13:08 WIB
Alasan journaling digemari generasi muda.
Alasan journaling digemari generasi muda.

RADAR MALIOBORO - Dalam beberapa tahun terakhir, journaling kembali mencuri perhatian anak muda.

Aktivitas menulis catatan harian yang dulu identik dengan buku kecil berembel gembok kini hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari buku catatan estetik, aplikasi digital, hingga unggahan samar di media sosial.

Meski kerap dianggap sebagai tren gaya hidup semata, journaling ternyata memiliki daya tarik yang lebih dalam dan berkelanjutan bagi generasi muda.

Salah satu alasan utama journaling digemari adalah karena memberi ruang aman untuk mengekspresikan diri.

Di tengah arus informasi yang serba cepat dan tuntutan untuk selalu tampil “baik-baik saja”, menulis menjadi cara sederhana untuk jujur pada diri sendiri tanpa takut dihakimi.

Lewat catatan pribadi, banyak anak muda merasa lebih bebas menuangkan pikiran, perasaan, hingga kegelisahan yang sulit diucapkan secara langsung.

Menariknya, journaling juga kerap dipilih karena fleksibilitasnya.

Tidak ada aturan baku soal apa yang harus ditulis atau seberapa sering kegiatan ini dilakukan.

Ada yang menulis panjang setiap malam, ada pula yang hanya mencatat poin-poin singkat atau membuat daftar rasa syukur.

Kebebasan ini membuat journaling terasa inklusif dan mudah diadaptasi dengan gaya hidup masing-masing.

Di era digital, journaling juga mengalami transformasi.

Jika dulu identik dengan tulisan tangan, kini banyak anak muda beralih ke jurnal digital di ponsel atau laptop.

Formatnya pun beragam, mulai dari catatan teks, rekaman suara, hingga kolase foto.

Perubahan ini membuat journaling tetap relevan di tengah kebiasaan digital generasi muda, tanpa menghilangkan esensi refleksi diri.

Selain sebagai sarana ekspresi, journaling juga sering dimanfaatkan untuk membantu mengelola pikiran.

Dengan menuliskan hal-hal yang ada di kepala, seseorang dapat melihat masalah dari sudut pandang yang lebih jernih.

Banyak yang merasa bahwa menulis membantu mereka memahami emosi, menyusun rencana, atau sekadar merapikan pikiran yang terasa penuh.

Tak sedikit pula yang menjadikan journaling sebagai bagian dari rutinitas mindfulness.

Meluangkan waktu sejenak untuk menulis dianggap sebagai jeda dari hiruk-pikuk aktivitas sehari-hari.

Dalam momen tersebut, perhatian tertuju pada diri sendiri, bukan pada notifikasi atau linimasa media sosial.

Bagi sebagian anak muda, kebiasaan ini menjadi cara sederhana untuk lebih hadir dan sadar terhadap apa yang mereka rasakan.

Popularitas journaling juga dipengaruhi oleh maraknya konten di media sosial yang menampilkan jurnal dengan desain menarik.

Meski terkesan estetis, tren ini justru membuat journaling terasa lebih dekat dan menyenangkan, terutama bagi pemula.

Dari sini, banyak yang awalnya tertarik karena visual, lalu bertahan karena manfaat yang dirasakan.

Pada akhirnya, journaling bertahan bukan karena sekadar mengikuti arus tren, melainkan karena fungsinya yang relevan dengan kebutuhan anak muda masa kini.

Di tengah dunia yang serba cepat dan penuh distraksi, kegiatan menulis memberi kesempatan untuk berhenti sejenak, mengenal diri sendiri, dan membangun hubungan yang lebih sehat dengan pikiran serta perasaan.

Lebih dari sekadar gaya hidup, journaling perlahan menjadi kebiasaan reflektif yang membantu anak muda memahami perjalanan hidupnya.

Dan mungkin, di situlah letak daya tarik journaling yang sebenarnya: sederhana, personal, dan bermakna. (Raka Adichandra)



Editor : Meitika Candra Lantiva
#populer #kebiasaan #jurnaling #gaya hidup #anak muda #menulis #tren